Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

10 November, 2010

MERAPI -NASA

Sebuah citra yang sangat spektakuler dirilis oleh NASA. Image yang dibuat oleh NASA ini merupakan sebuah citra satelit yang seringkali dipakai untuk melihat tingkat panas sebuah objek. Citra yang diambil pada tanggal 1 November ini dirilis pada tanggal 5 November 2010.

Citra ini merupakan gambaran bagaimana arah luncuran aliran Pyroclastic dari Merapi yang terlihat mengarah ke Selatan.

Citra ini tentusaja sangat membantu karena dengan sensor panas inilah kita mampu melihat kearah mana luncuran aliran piroklastik dari Merapi.

Arah luncuran piroklasktiknya ke arah Selatan

Arahnya ke Selatan

Dengan citra ini tentusaja tiodak dapat dipungkiri lagi bahwa arah selatan merupakan arah bahaya utama merapi seperti yang sudah sering disampaikan oleh Pak Surono dari PVMBG bahwa arah Sungai Gendol merupakan arah yang berbahaya dan sangat berpotensi terkena lahar dingin.

Arah luncuran ke selatan menuju Sungai Gendol (merah jambu). Namun Sungai Code (Merah) disebelah baratnya juga berbahaya karena curah hujan tinggi di puncak.

Overlay dengan menggunakan GoogleMap diatas mudah untuk dimengerti mengapa Sungai Gendol (merah jambu) dan Sungai Code (Merah) merupakan dua sungai yang harus diperhatikan dan waspada terhadap banjir lahar dingin.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan bahwa dua aliran piroklastik bergerak turun gunung berapi pada 30 Oktober. Aliran piroklastik adalah avalanche gas sangat panas, abu, dan batuan yang mengalir menyusuri salah satu sisi gunung berapi dengan kecepatan tinggi. ASTER ini hanya menggambarkan atau mencitrakan salah satu dari arus aliran awanpanas.

Letusan Merapi ini belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Setelah beberapa hari episode erupsi, gunung berapi mulai letusan pada 3 November yang lima kali lebih kuat dari pada tanggal 26 Oktober dan berlangsung lebih dari 24 jam. Ini adalah letusan paling besar dari gunung Merapi sejak 1870-an.

Jarak luncurannya melebihi 7.5 Km dari Puncak Merapi. Panjang luncurannya sekitar 5 Km.

Gambar diatas memperlihatkan Gunung Merapi telah diliputi awan selama terjadi letusan, tetapi pada 30 Oktober Advanced Spaceborne Emisi Termal and Refleksi Radiometer (ASTER) di satelit Terra NASA menangkap tanda termal abu panas dan batu dan kubah lava pijar. Data termal di-overlay pada peta tiga dimensi gunung berapi untuk menunjukkan lokasi perkiraan aliran. Data tiga dimensi dari model topografi global dibuat dengan menggunakan pengamatan stereo ASTER.

31 May, 2008

Hari Lingkungan Hidup 2008

Status Lingkungan Masih Buruk Tapi tidak Memburuk

Hal ini dikatakan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, dalam sebuah jumpa pers menyambut Hari Lingkungan Hidup 2008, di Jakarta, hari Jumat kemarin.Di atakan bahwa status lingkungan hidup Indonesia saat ini memang masih buruk tapi tidak jauh memburuk dibandingkan sebelumnya."Status lingkungan hidup kita memang masih buruk, tapi saya bisa katakan kondisinya tidak memburuk lagi sekarang. 'Pembusukan' yang terjadi selama ini sudah mulai dipahami dan disikapi secara positif," kata Rachmat Witoelar.Lebih lanjut ia menjelaskan, tingkat kesadaran publik terhadap isu lingkungan hidup sudah membaik. "Orang yang sadar lingkungan semakin banyak, para pelaku pembalakan hutan mulai dimusuhi, dan daur ulang mulai banyak dipraktikkan di banyak tempat," katanya.Menurut Rachmat, saat ini masih sangat banyak perilaku manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan dan hal tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar berupa bencana alam dan kerusakan ekologi."Itu sebabnya mengapa tahun ini peringatan Hari Lingkungan Hidup di Indonesia mengambil tema nasional 'Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran'," ujar Rachmat.Tema itu, lanjutnya, merupakan pengakuan tidak langsung bahwa selama ini banyak perilaku masyarakat Indonesia yang buruk seperti membuang sampah sembarangan dan tidak hemat energi."Semua perilaku buruk itu harus diubah, walaupun hanya merupakan perubahan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya," kata dia.Ketika ditanya tentang kondisi kerusakan hutan di Indonesia, Rachmat menjelaskan, secara hitung-hitungan bersih Indonesia masih lebih banyak menanam pohon ketimbang menebang pohon."Rasio pohon kita masih surplus. Jumlah pohon yang ditanam masih lebih banyak daripada jumlah pohon yang ditebang," katanya.Rachmat mengatakan, pemerintah Indonesia menargetkan penanaman pohon dalam setahunnya mencapai 400 juta batang, dan sejauh ini sudah tercapai 100 juta pohon yang ditanam."Saya sangat senang dengan pencapaian ini, saya juga sangat senang karena LSM kita sangat kuat mengadvokasi hal ini sehingga jumlah pohon yang ditanam di Indonesia melebihi jumlah pohon yang ditebang," katanya.
(sumber : dimuat di harian Republika, Jumat, 30 Mei 2008)