28 June, 2008
TIPS RAMAH LINGKUNGAN
Kamis, 5 Juni 2008 08:10 WIB
Anda ingin tanaman di halaman rumah Anda subur dan berbunga? Mudah sekali caranya. Kumpulkan sisa kupasan kulit bawang merah atau putih dan rendam dalam air secukupnya selama satu malam. Esok harinya, siramkan air tersebut tanpa membuang kulit bawang ke tanaman. Lakukan terus secara rutin. Anda bisa melihat hasilnya. (Dyah Retnaningsih, Bandung)
Sumber: Tabloid Rumah
Pupuk organik
Isu pemanasan global merambah ke berbagai bidang. Berkaitan dengan hal tersebut orang terketuk untuk ambil bagian dalam mengurangi pemansan akibat banyak polusi yang kita rasakan dimanapun kita berada.
Bruderan St. Aloisius (CSA) Jl. A. Yani 6, ambil bagian dengan memproduksi salah satu sarana penyuburan lingkungan sekitar yakni pupuk organik murni. Komposisi dedaunan dan sampah dapur diolah menjadi pupuk kering. Maka siapa pun yang ingin membuat lingkungan subur, tanaman tumbuh asri, tanpa diganggu dengan issu bahan kimia, maka .............
Silahkan datang ke tempat produksi, lihat hasil yang telah dicapai.
Anda pun bisa membeli pupuk tersebut dengan harga yang sangat terjangkau denga hasil yang dapat dinikmati oleh keluarga, tetangga dan siapun.
HARGA : Rp. 1500 / kg. Anda juga dapat membeli aneka tanaman hias di sana.
Pupuk organik BRUDERAN
Jl. A. Yani NO. 6 Telp : 451541
23 June, 2008
Berita : Solusi ramah lingkungan
| |||||||||||||
Dalam setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan, selalu ada pertanyaan, “Apa yang harus dilakukan segera?” Yang utama dan mendesak (dalam jangka pendek) yang perlu dilakukan apabila sudah terjadi kebakaran adalah pemadaman. Sampai saat ini, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan memang terus dilakukan, namun hasilnya belum signifikan. Hal ini karena perbandingan sumberdaya pemadam dengan luasahan lahan yang terbakar tidak seimbang. Selain itu, manajemen pemadaman kebakaran pun masih belum efektif. Untuk efektifitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah: Pemadaman di Darat/Lapangan
Metode pemadaman dari udara memerlukan biaya yang mahal. Padahal, kendala yang sering dikemukakan oleh instansi pemerintah dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan adalah masalah biaya. Sementara, dalam pernyataanya Presiden SBY mengungkapkan akan menyewa dua pesawat dari Rusia yang mampu membawa 40 ton air untuk pemadaman api di Sumatera dan Kalimantan. Pertanyaannya, apakah pemerintah mempunyai cukup dana untuk memadamkan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan menggunakan pesawat dari Rusia, sedangkan instansi pemerintah selalu mengeluhkan keterbatasan dana penanggulangan kebakaran? Kalau memang kendalanya dana, pemadaman darat (di lapangan) merupakan cara yang lebih murah, asalkan dilakukan dilakukan dengan cara yang lebih efektif (untuk lokasi atau kondisi tertentu dibantu pemadaman dari udara). Tapi kalau memang ada dananya, mengapa tidak dari dulu dilakukan pemadaman kebakaran menggunakan pesawat yang berkapasitas besar? Sehingga kebakaran tidak akan separah saat ini. Selain kemampuan, memang diperlukan kemauan pemerintah untuk mengatasi kebakaran dan dampaknya, dan seharusnya kemauan itu timbul karena kesadaran pemerintah, bukan karena tekanan atau protes dari negara tetangga. (sumber forest : http://www.wwf.or.id) |
17 June, 2008
Aman dan Nyaman di Dalam Rumah
Rumah merupakan salah satu tempat untuk menikmati keamanan dan kenyamanan hidup. Dengan mempunyai segala fasilitas yang sempurna untuk kenyamanan di dalam dan luar rumah Anda seperti lampu hias, AC, sistem keamanan, TV dan audio, dan sebagainya. |
Kini dengan teknologi elektronik terbaru yang dinamakan “smart home”, Anda bisa mengkontrol alat-alat elektronik Anda hanya dengan satu pengontrol pusat, ataupun Anda bisa mengkontrolnya ketika Anda tidak ada di rumah Anda. Hanya dengan mengakses ke unit kontrol utama sistem “smart home”, dimanapun Anda berada, Anda bisa menyala atau mematikan alat-alat elektronik seperti lampu, pemanas air, kulkas, TV dan microwave, Anda juga bisa mengaktifkan sistem keamanan, atau mengatur alat temperatur seperti AC atau pemanas udara, dan juga bisa melihat keadaan luar dan dalam rumah lewat kamera keamanan (CCTV) Anda. |
Perancangan sebelum pembangunan |
|
Setelah menentukan alat-alat elektronik yang Anda ingin gunakan, tahap kedua adalah pengaturan kabel-kabel elektronik harus juga dipertimbangkan ketika arsitektur merancang rumah Anda. Ini dikarenakan teknologi “smart home” memerlukan semua koneksi kabel alat-alat elektronik yang ingin dikontrol lewat sistem “smart home” dan dipusatkan pada unit kontrol utama. |
Alat-alat elektronik yang bisa digabungkan |
Alat-alat elektronik yang bisa kita gabungkan ke sistem “smart home” adalah seperti: |
1. Pengendalian Lampu
|
2. Tirai Jendela dan Atap Awning
|
3. Kamera Keamanan (CCTV)
|
4. AC
|
5. Sistem Audio & Video
|
6. Sistem Keamanan
|
Dengan mengadakan sistem “smart home”, rumah tidak hanya menjadi lebih nyaman dan aman, pemakaian listrik juga akan lebih efesien. (copy dari : Rumah-ku.com - artikel dan tips rumah, 18 Juni 2008,12:15) |
16 June, 2008
Mencintai lingkungan
| |
| KOMPAS/WISNU WIDIANTORO / Kompas Images Dua warga melintas di tengah Taman Langsat, Jakarta Selatan, Jumat (15/2). Selain sebagai daerah resapan dan ruang terbuka hijau, taman tersebut juga bisa digunakan untuk berolahraga karena dilengkapi dengan jogging track sepanjang 750 meter. |
Fenomena pemanasan global dan perubahan iklim secara ekstrem telah memengaruhi orientasi bisnis properti untuk lebih memedulikan kelestarian lingkungan. Pengembang yang memiliki visi ke depan mengangkat tema ramah lingkungan sebagai isu utama pembangunan properti. Konsumen semakin kritis terhadap lingkungan. Selamat jalan bagi pengembang tidak ramah lingkungan.
Konsep properti hijau saat ini memang sangat menjual dan menjadi investasi tersendiri bagi pengembang. Terbukti tema-tema kota hijau, kota taman, atau kebun raya laris manis diminati investor dan konsumen properti.
Permasalahan pembangunan perumahan hijau adalah bagaimana mengatasi masalah keterbatasan lahan kota (efisiensi dan optimalisasi lahan), mahalnya energi akibat kenaikan harga (hemat energi alternatif), bahan bangunan berkualitas dan biaya terjangkau, kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat menengah bawah.
Pembangunan harus memerhatikan keseimbangan ekologis, penyediaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, penegakan hukum, pelibatan swasta, kenyamanan warga, etika pembangunan, keadilan dan kesetaraan hak, konservasi energi, dan estetika kota.
Ada tujuh indikator perumahan hijau sebagai acuan, yaitu kebijakan proramah lingkungan; pengembangan kawasan terpadu (compact development) dan sesuai peruntukan lahan; bangunan efisiensi energi dan mendorong penggunaan energi alternatif (surya, angin, air, biogas); penyediaan air bersih; pengolahan sampah dan air limbah (zero waste, zero run off, ekodrainase); transportasi publik dan kemudahan aksesibilitas; dan ketersediaan ruang terbuka hijau.
Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No 28/2002 tentang Bangunan Gedung, UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang, dan Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Perkotaan merupakan beberapa produk kebijakan hukum proramah lingkungan yang mendukung terwujudnya perumahan hijau.
Banjir dan tingkat kemacetan lalu lintas yang semakin parah dan merata mendorong pemilihan lokasi perumahan yang tepat menjadi pertimbangan paling utama pengembang, investor, dan konsumen. Lokasi harus strategis (pusat kegiatan kota, pencapaian mudah), aman (sosial), dan bebas banjir.
Keterbatasan lahan kota mendorong pengembangan kawasan terpadu (mixed use area, superblok) yang menawarkan konsentrasi penduduk di satu kawasan/lokasi dengan kepadatan lebih tinggi, mengelola pertumbuhan dan perubahan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota. Kawasan terpadu dikembangkan melalui proses perencanaan dan pengembangan terpadu—satu lahan besar, satu perencanaan, satu pengembang (utama), dan satu program terpadu dengan kerangka ruang lentur (flexible framework).
Menurut M Danisworo (2007), keunggulan dari pengembangan kawasan terpadu adalah memiliki sistem keterkaitan yang efektif di antara komponen sehingga tingkat pencapaian lebih tinggi dan efektif, mendorong pertumbuhan kegiatan yang beragam dan terpadu, menghemat pengadaan sarana dan prasarana, tidak tergantung pembatasan sistem persil yang kaku sehingga pembauran pemanfaatan lahan publik dan privat bisa dilakukan, pemisahan antara moda sirkulasi kendaraan bermotor dan pejalan kaki (mereduksi utilitas dan infrastruktur), memberi kerangka perencanaan yang lentur dan luas bagi inovasi perancangan bangunan dan lingkungan, serta menjadi katalis bagi interaksi sosial budaya.
(hasiol copy : kompas cetak. mencintai lingkungan, 17 Juni)
Cintai lingkungan : busana batik
JAKARTA, JUMAT - Apa hubungan antara persoalan pemanasan global (global warming) dengan busana batik? Abdulrahman Arif (38), Juara I Lomba Rancang Busana Batik 2008 (LRBB 2008) menggambarkannya lewat karyanya.
Ecology, itulah tema desain Arif untuk LRBB 2008, yang pergelarannya baru diselenggarakan Senin lalu (21/1) di Jakarta. Ia memilih tema tersebut karena dunia kini sedang menghadapi persoalan pemanasan global. "Saya ingin batik pada busana yang saya desain bisa jadi media untuk menyampaikan pesan. Batik kan memang memiliki message (pesan). Dengan desain busana yang saya bikin, saya ingin batik menyampaikan pesan tentang lingkungan hidup," sambungnya tentang pemilihan tema itu. "Saya ingin batik bisa menimbulkan kesadaran kita untuk memelihara lingkungan hidup, supaya hidup kita nyaman," tambahnya.
Sesuai dengan tema tersebut sekaligus trend warna dalam fashion untuk 2008, Arif--yang pernah menempuh pendidikan desain grafis di Universitas Trisakti, Jakarta--menggunakan warna hijau, sebut saja olive green dan grass green. "Misalnya, gaun hijau polos, saya padu dengan cape dari batik hijau," contohnya. "Itu juga untuk menggambarkan bahwa busana batik enggak harus 100 persen batik dari atas sampai bawah. Bahkan, bisa juga busana batik dipadu dengan busana merk internasional," lanjutnya. "Bagi mereka yang baru mencoba, pakai busana batik dari atas sampai bawah terlalu ngagetin," imbuhnya.
Sementara itu, untuk siluet, Arif, yang pernah pula menimba ilmu di sekolah mode ESMOD Jakarta, memilih yang lebar (volume). "Siluet volume masih trend di 2008," katanya. "Tapi, siluet volume itu bisa dipadu padan dengan siluet slim (pensil)," lanjutnya. "Misalnya, baju dengan siluet lebar bisa dipadu padan dengan cigarette pants," katanya lagi.
Untuk pelengkap busana batik karyanya, Arif, yang pernah magang di Ted Lapidus, Paris (Prancis), membebaskan si pemakai mengenakan sepatu platform atau stiletto. "Dua-duanya masih in di 2008," ujarnya. Tapi, untuk aksesori, "Lebih baik enggak usah pakai. Atau, kalaupun pakai, minimalis saja. Saya ingin batik menonjol dan bicara apa adanya," tekannya.
(hasil copy dari :kompas.com.bicara.lingkungan hidup)
14 June, 2008
Digital Ramah Lingkungan : Kamera
Di dunia digital saat ini, saat perangkat kamera digital sudah menjangkau semua segmentasi pasar, orang awam sekalipun dapat dengan mudah menjadi fotografer profesional dalam arti fotografer yang mendapatkan income dari gambar yang diambil. Baik untuk kepentingan personal maupun untuk kepentingan publikasi media.Kecanggihan teknologi dan fitur-fitur user-friendly yang dibenamkan di dalam kamera digital menjadikan produk ini sebagai perangkat yang serba praktis, namun tetap mampu menghasilkan gambar berkualitas maksimal. Kamera digital keluaran terbaru bahkan tidak hanya memiliki banyak pilihan model pengambilan gambar, tapi juga dilengkapi dengan perangkat lunak pengolah gambar.Tapi meskipun teknologi kamera digital sudah berkembang sedemikian jauh, tidak sedikit pengguna yang belum memanfaatkan fitur-fitur di dalamnya secara maksimal. Padahal, dengan memahami fungsi masing-masing fitur, gambar yang dihasilkan bisa lebih bagus dan memuaskan.Berikut beberapa fitur dan teknologi kamera digital yang dapat memaksimalkan hasil pengambilan gambar:
Layar LCDKehebatan paling menonjol dari sebuah kamera digital adalah adanya layar LCD (liquid crystal display) terintegrasi. Ukurannya pun terus mengalami pembesaran hingga mencapai 3 inci lebih, dan sudah memasuki era layar-sentuh. Dengan selalu memonitor setiap gambar yang baru dibidik, Anda bisa menyimpulkan apakah gambar yang diambil sudah sesuai dengan yang diinginkan, baik dari segi ketajaman gambar, input warna dan cahaya maupun fokusnya. Bila belum sesuai, Anda bisa segera mengambil gambar berikutnya.
Zoom OptikalSalah satu keunggulan kamera digital yang belum dimiliki oleh jajaran ponsel berkamera adalah fitur zoom optikal. Dengan fitur ini, Anda akan lebih fleksibel dalam memilih posisi pengambilan tanpa khawatir obyek yang dibidik akan menjadi terlalu jauh atau dekat. Meskipun ponsel kamera bisa melakukan hal serupa dengan fasilitas zoom digital, tapi kualitasnya akan jauh berkurang karena sebenarnya zoom digital hanya memotong gambar (cropping) pada satu fokus obyek.
Pra-fokusKamera digital tidak terlalu responsif dalam merekam gambar. Ketika tombol shutter ditekan, diperlukan waktu sekian detik untuk menangkap obyek yang dibidik sehingga seringkali hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan, khususnya untuk kasus obyek bergerak. Hal ini bisa disiasati dengan menekan setengah tombol shutter. Ketika obyek yang dinantikan tiba, Anda bisa mendapatkan bidikan yang tepat.
Lampu Kilat (Flash)Biasanya, dalam mode otomatis, kamera dapat merespon suasana di sekitar obyek apakah memerlukan lampu kilat atau tidak. Namun untuk mendapatkan gambar yang lebih sempurna, Anda bisa menggunakan lampu kilat secara manual, khususnya untuk pengambilan gambar di dalam ruangan atau minim cahaya.
Resolusi GambarMeskipun sebuah kamera memiliki resolusi tinggi, Anda masih bisa men-setting hasil gambar ke resolusi rendah. Bila Anda memotret untuk keperluan online, resolusi yang butuhnya biasanya tidak terlalu besar, cukup 600x400. Resolusi yang lebih kecil otomatis memiliki ukuran filenya yang kecil (sekitar 55 KB), sehingga lebih banyak gambar yang bisa disimpan di dalam memori kamera.
Informasi seputar fungsi dan kecanggihan sebuah kamera digital biasanya bisa Anda peroleh dari penjual kamera. Semakin canggih sebuah kamera, biasanya akan lebih memudahkan pengguna dalam pengoperasiannya. Salah satu kamera yang memberikan segudang fitur dan kemudahan adalah kamera Samsung NV20 yang tampil mewah dan elegan dengan balutan stainless steel warna hitam royal glossy berdesain perpaduan antara retro dan klasik-modern.Kemudahan paling penting yang dimiliki oleh kamera beresolusi 12 megapiksel ini adalah tombol sentuh ”Smart Touch” di sekitar layar LCD 2,5 inci, sehingga pengaturan bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari.Samsung NV20 dilengkapi dengan zoom optikal 3x, fitur pengurang getaran, penyeimbang kontras otomatis, pengurang kebisingan, teknologi pendeteksi wajah dan perekam video MPEG4 kualitas TV kualitas 30fps. Kamera ini juga memiliki daya tampung yang cukup besar berkat adanya memori internal 20MB. Untuk mendapatkan suasana natural saat memotret dalam ruangan, bisa menggunakan fitur Fast ASR (Advanced Shake Reduction) yang ada di kamera. Teknologi Fast ASR berfungsi untuk menghilangkan penurunan kualitas foto yang disebabkan oleh guncangan maupun lampu flash.Kehebatan lain dari kamera berlensa Schneider-Kreuznach ini ada pada Teknologi Auto Cotrast Balance (ACB) yang secara otomatis menghilangkan brightness yang masuk ke kamera sehingga memotret dengan latarbelakang cahaya terang tidak lagi masalah. Selain itu, charger NV20 bisa melakukan pengisian baterei dengan laptop maupun komputer desktop lewat koneksi USB.
(sumber :digital living, kompas.com 14 Juni 2008)
Hidup Digital : Ramah Lingkungan (bagian 2) ?
Boleh jadi sangat mengkhawatirkan jika tidak dibahasakan menakutkan. Dampak buruk penggunaan teknologi digital, oleh bebrapa produsen perangkat yang sedang booming ini terus diupayakan. Kini, mulai banyak produsen yang peduli dan mengembangkan varian produk yang ramah lingkungan. Hal ini ditempuh antara lain dengan menciptakan produk yang lebih hemat energi, Cara lain adalah dengan melakukan miniaturisasi produk sehingga bahan baku yang digunakan juga lebih sedikit. Sementara itu dari sisi produksi, mulai banyak produsen yang menerapkan sistem dan menejemen produksi yang RAMAH LINGKUNGAN.
Sebenarnya tidak kalah penting adalah bagaimana dengan kita sendiri sebagai pengguna / konsumen. Membiasakan diri menggunakan perangkat digital seperlunya harus mulai ditanamkan. Gunakan komputer hanya pada saat dibutuhkan, dan selanjutnya matikan komputer itu apabila sudah tidak dipergunakan. Sama halnya dengan TV digital, kadang kita memaksakan diri menonton TV pada hal secara fisik capai dan lelah, dan hal yang terjadi adalah bukan mata kita menatap ke TV tetapi justru pihak TV yang menonton kita yang trkantuk-kantuk di depannya. Maka bijaksana jika kita dengan rendah hati mengalah dari kekuatan perangkat itu untuk mematikan agar energi listrik tidak trbuang cuma-cuma. Hal sederhana tapi kadang tidak masuk dalam kesadaran.
Bagi yang berkecukupan / mampu dianjurkan membeli dan menggunakan perangkat dari produk-produk yang sudah ramah lingkungan. Memang boleh jadi produk yang ramah lingkungan ditawarkan dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan produk biasa. Namun dalam jangka panjang penghematan yang dilakukan akan cukup berarti, terutama jika dihubungkan dengan dampak terhadap lingkungan secara global. Dan, kepedulian terhadap lingkungan memang tidak haris menunggu dikumandangkan atau di proklamasikan oleh pihak-pihak yang berwenang. kepedulian lingkungan harus dimulai dari dalam diri kita, pribadi kita, dari rumah kita, komunitas kita, lingkungan kita dan terlebih lingkungan sekitar kita. Mari menengok ke sekitar kita, rumah, halaman, lahan di samping rumah, belakang rumah, di serambi ? bagaimana dengan keberadaannya, sudahkah ramah lingkungan ? Barang-barang di dalam rumah, dalam kamar, di kantor sudahkan membantu penciptaan suasana yang ramah lingkungan.
13 June, 2008
Ramah Lingkungan : Hemat di dapur
Pertukaran udara menjadi hal yang penting jika ingin dapur jadi tempat yang nyaman.
Penghematan energi memang sudah menjadi hal yang patut diperhatikan. Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi. Melalui inpres itu, Anda harus mulai menghemat energi dalam bentuk apa pun, termasuk penggunaan di dalam rumah. Bagaimana caranya? Anda bisa memulainya dari dapur. Sebagaimana kita ketahui, dapur merupakan ruang pengolahan bahan makanan yang digunakan setiap hari. Pengolahan bahan makanan tersebut memerlukan air, api, listrik, gas, dan bahan bakar lain. Karena itu, kebutuhan energi terbanyak di dalam rumah ada di dapur. Penggunaan peralatan, sumber daya, dan bahan bakar yang efisien pada akhirnya dapat menghemat penggunaan energi dan biaya secara menyeluruh. Sebenarnya, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana untuk menghemat penggunaan energi di dapur, di antaranya adalah sebagai berikut :
- Pastikan area dapur memiliki bukaan ventilasi berupa jendela minimal 20 persen dari luas lantai. Pemanfaatan cahaya matahari yang optimal dapat menghemat energi karena meminimalisasi penggunaan lampu.
- Dapur juga sebaiknya memiliki pencahayaan buatan yang cukup terang untuk malam hari. Penerangan buatan harus memadai (tidak redup dan tidak silau) untuk melakukan setiap pekerjaan dan melihat perubahan warna makanan. Penerangan yang terlalu redup atau terlalu terang dapat menyebabkan mata tegang dan lelah. Sebaiknya gunakan lampu neon atau fluorescent agar hemat energi.
- Pada saat memasak, tutuplah panci atau penggorengan untuk mencegah hilangnya panas yang dihasilkan oleh api. Bila panas terbuang, maka bahan bakar yang dipakai juga akan semakin boros dan makanan lebih lama matangnya.
- Pastikan permukaan bagian bawah wajan atau panci menutupi seluruh coil kompor (nyala api kompor). Jika Anda melihat nyala api muncul dari permukaan sisi bawah atau samping wajan atau panci, ini berarti telah terjadi pemborosan energi. Hal ini dikarenakan pendistribusian panas menjadi tidak efisien. Untuk itu gunakan wajan atau panci yang diameternya lebih besar daripada diameter coil kompor.
- Saat ini di pasaran banyak dijual peralatan memasak yang multifungsi. Gunakan peralatan tersebut untuk memasak beberapa masakan sekaligus. Misalnya, menanak nasi sekaligus mengukus sayuran atau menghangatkan lauk. Dengan demikian energi yang dipakai terfokus pada satu alat masak.
- Gunakan peralatan masak yang berbahan dasar tebal dan keras, contohnya teflon. Hal ini bertujuan supaya pendistribusian panas lebih efisien dan masakan lebih cepat matang.
- Matikan oven atau kompor sebelum masakan benar-benar matang. Biarkan sisa panas yang masih “menempel” pada wajan atau panci yang melanjutkan proses pematangan masakan Anda.
- Jika akan memanaskan makanan, jangan gunakan microwave melainkan gunakan kompor saja. Pemanasan dengan kompor membutuhkan energi lebih sedikit daripada pemanasan dengan microwave.
- Gunakan panci tekanan tinggi (jika Anda memilikinya), karena panci jenis ini benar-benar menghemat bahan bakar dan waktu memasak. Sebagai perbandingan, jika menggunakan panci biasa diperlukan waktu lebih kurang 30 menit untuk merebus daging merah, sedangkan dengan panci tekanan tinggi hanya memerlukan waktu 15 menit.
- Jika Anda memiliki mesin pencuci piring (dishwasher) sebaiknya tunggu hingga dishwasher terisi penuh. Bila mencuci hanya sedikit, selain boros energi listrik, juga boros pemakaian air.
- Hindari peletakan lemari pendingin berdekatan dengan kompor dan oven. Perbedaan temperatur yang ekstrem dapat mengurangi efesiensi kerja setiap alat sehingga daya yang dibutuhkan akan lebih besar. Hindarkan juga lemari pendingin dari cahaya matahari langsung.
- Pastikan lemari pendingin tidak penuh sesak oleh makanan. Lemari pendingin yang terlalu penuh menyebabkannya bekerja lebih keras sehingga daya listriknya juga akan boros. Selain itu, biasakan untuk tidak terlalu sering membuka-tutup pintu lemari pendingin. Meskipun tampak sepele, hal ini berpengaruh pada pemakaian energi listrik. Lemari pendingin yang sering dibuka-tutup mengharuskan ia bekerja lebih keras untuk mendinginkan kembali temperatur di dalam lemari es. Nah, tidak sulit bukan, menghemat energi di dapur?
(Tulisan Beatrix Anindyaning, Sumber : Tabloid Rumah)
11 June, 2008
RAMAH LINGKUNGAN : TIPS HEMAT AIR
- Jangan biarkan keran air mengalir kalau tidak dipakai. Kabarnya, air yang mengalir dari keran mencapai kira-kira 9 liter setiap menit nya.
- Periksa pipa dan keran air secara teratur. Segera perbaiki bila ada yang bocor.
- Sebaiknya cuci piring dengan baskom berisi air. Cara ini lebih hemat air ketimbang mencuci dengan air mengalir.
- Cuci sayuran dan daging secara terpisah dalam wadah yang sudah diisi sebanyak kurang lebih 4 liter air. Anda boros air 15 kali lebih banyak bila melakukannya di bawah air yang mengalir.
- Pakai lap dan seember air bila mencuci mobil. Jangan pakai selang air.
- Tutup keran saat menyikat gigi. Hanya nyalakan air saat membasahi dan membilas sikat gigi serta berkumur.
- Lebih baik mandi dengan shower yang disetel dengan daya pancur sedang ketimbang dengan gayung. Anda bisa hemat air sampai sepertiganya.
- Bila mempunyai mesin cuci, masukan pakaian dengan memaksimalkan kapasitas mesin cuci tersebut. Ini membuat Anda menghemat air dan energi
- Gunakan air bekas yang mengalir dari mesin cuci untuk mencuci lantai.
Banyak cara untuk berhemat air. Anda cukup ingat pentingnya air bersih untuk semua orang dan masa yang akan datang, lalu mulailah berhemat. Gampang kan!
)(hasil copy : suporterWWF, 25 Pebruari
Hidup Digital : Ramah Lingkungan (bagian 1) ?
Ditengah maraknya isu ramah lingkungan dikumandangkan di mana-mana gaya hidup digital yang bertopang aneka rupa perangkat canggih seakan digugat. Mulai adari isu pembuatan, sampah hasil produksi dan sebagainya. Dapat dicontohkan :
Pembuatan 1 PC Komputer seberat 24 kg menghasilkan limbah 62 kg, menghabiskan 27549 lt air, dan menggunakan 2300 kwh arus listrik, sementara itu pembuatan chip (komponen kecil di dalam komputer) jumlah limbah jauh lebih besar lagi. Ini belum disangkutkan dengan pengemasan dan transportasi, dapat dibayangkan ......!
Contoh lain barang dalam paket kardus, yang masih dalam kemasan papan kayu bisa dibayangkan lagi berapa banyak pohon di tebang untuk mengemas jutaan paket. Penggunaan komputer, notebook dalam jumlah besar telah mengakibatkan peningkatan konsumsi energi yang signifikan, padahal dari waktu ke waktu kebutuhan itu terus meningkat. Yang menambah rumit persoalan dalam penggunaan barang digital tersebut ternyata bukan hanya semakin banyak jumlah yang dikonsumsi selanjutnya mengakibatkan energi semakin meningkat tetapi lebih dari itu ....... ternyata banyak komputer di sekolah, perusahaan, kantor instansi pemerintah, dibiarkan menyala walaupun tidak digunakan. Tanpa disadari hal itu menyebabkan energi yang dihasilkan dari bahan bakar terbuang percuma, sia-sia (kita tahu sekarang pemerintah dihadapkan pada minimnya pasokan listrik, yang berdampak pada pengurangan arus listrik secara bergiliran). Belum lagi ini dikaitkan dengan CO2 (karbon dioksida) hasil kendaraan bermotor, cerobong pabrik, yang bertebaran diudara menjadi polusi yang sulit dikendalikan, maka jangan heran jika bumi ini semakin hari semakin terasa panas.
Ramah Lingkungan : Obat di sekitar rumah
POTENSI tanaman obat di Indonesia relatif besar. Penggunaan bahan-bahan alam sebagai obat alternatif atau obat antioksidan sangat marak, salah satunya adalah tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa).
Penelitian mengenai efektivitas dan mekanisme dari tanaman obat ini masih sedikit. Namun, penelitian yang dilakukan Bambang Wispriyono, Laila Fitria, Ema Hermawati, dan Subekti Widodo dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI tentang Efek Penghambatan Mahkota Dewa pada Sitotoksisitas CCRF-CEM Cell Line yang Terpajan oleh Benzo(a)pyrene (BaP), ditemukan bahwa Mahkota Dewa berprospek untuk antikanker.
"Dari hasil penelitian diketahui bahwa BaP mempunyai kemampuan menginduksi kematian sel yang bersifat apoptosis pada CCRF-CEM cell line, dengan persentase kematian sel apoptosis sekitar 15 persen," kata Bambang pada seminar Riset Unggulan Universitas Indonesia, Rabu (11/6) di Depok.
Efek Mahkota Dewa dalam penelitian ini menunjukkan Mahkota Dewa scara variasi dosis justru bersifat menginduksi kematian sel pada CCRF-CEM cell line dan tidak terlihat efek proteksi terhadap pajanan BaP. Dengan demikian, tandas Bambang Wispriyono, efek proteksi tanaman Mahkota Dewa tidak terbukti dalam penelitian ini, namun prospek tanaman tersebut sebagai antikanker terlihat dengan kemampuan Mahkota Dewa menginduksi kematian sel pada CCRF-CEM cell line yang merupakan sel kanker.
Menurut peneliti dari Fakultas Kesehatan Mayarakat UI ini, pengujian Mahkota Dewa sebagai bahan yang bersifar antikanker perlu diteliti lebih jauh pada jenis sel kanker lainnya dan pada level DNA untuk mengetahui mekanisme yang lebih jelas.
(copy hasil Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi, 11 Juni 2008)
09 June, 2008
Tips hemat (3)
Adapun yg bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut :
PENGELOLAAN SAMPAH
- Membuang sampah pada tempatnya
- Memisahkan pembuangan sampah sesuai sifatnya (organik dan anorganik)
- Recycle / Mendaur atau memproses ulang sampah
- Reduce / Mengurangi pemakaian barang-barang yang kurang ramah lingkungan seperti plastik, dll.
- Reuse / Menggunakan kembali plastik maupun barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan
- Tidak membakar sembarangan pada musim panas / asap
- Mengurangi Sumber Polusi Kendaraan
- Efisiensi penggunaan bahan bakar
- Menservis mesin kendaraan secara teratur
- Tidak ngebut jika tidak dalam kondisi terburu-buru
- Tidak menggunakan kendaraan bermotor ( jalan kaki, sepeda, dll ) pada saat tertentu jika memungkinkan
- Tidak merokok & membuang puntung rokok sembarangan
- Mengurangi Sumber Polusi Air
- Tidak membuang sampah ke selokan, parit atau sungai
- Memiliki bak penampungan limbah di sekitar tempat tinggal
- Mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan
- Menggunakan lampu hemat energi
- Menggunakan peralatan listrik ramah lingkungan
PELESTARIANLINGKUNGAN
- Mau dan suka menanam pohon
- Tidak melakukan perusakan tanaman & lingkungan
SEMOGA BISA MEMBANTU
Tips Ramah Lingkungan
Mencintai Lingkungan di Kamtor
- Pastikan bahawa semua peralatan kantor dalam keadaan off ketika : malam hari atau pada akhir pekan
- Matikan layar komputer apabila sedang beristirahat makan siang
- Matikan lampu ketika ruangan tidak digunakan
- Hemat kertas : jangan biasakan langsung membuang kertas gagal print, tetapi potonglah untuk dijadikan memo
- Belilah perangkat kantor, seperti komputer, printer, dan mesin fotokopi yang hemat energi
- Jika mungkin gunakan media email lebih sering untuk menghemat kertas
- Batasi penggunaan kendaraan bermotor untuk perjalanan jarak yang pendek, jika mungkin kenapa tidak jalan kaki ? Ingat jalan kaki dapat menjadi langkah bijaksana selain hemat energi, hal ini akan membuat Anda bugar!
- Apabila harus menggunakan mobil, matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik
- Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%
- Usahakan untuk tidak memanaskan mobil dalam posisi berhenti. Mobil akan lebih cepat panas apabila dikendarai, sehingga Anda akan menghemat bahan bakar
- Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam jarak 100 km
- Atur parkir kendaraan Anda sekali benar, sehingga tidak kena tegor untuk memperbaiki ulang posisi parkir.
06 June, 2008
Kiat Hemat Energi (3)
Tahukah Anda ? bahwa kemungkinan lebih dari lima persen biaya tagihan listrik berasal dari perangkat elektrik yang dibiarkan "berdiam diri" alias stand by.
Pesawat televisi, tape recorder, microwave adalah contoh beberapa perangkat yang kerap dibiarkan berdiam diri. Memang tujuannya untuk memudahkan, agar juka diperlukan dapat langsung bisa dinikmati, tanpa repot-repot mencolokkan kabel tapi kita langsung tekan power on perangkat yang kita stel langsung nyala, memang cepat tapi kita lihat akibatnya !
Meski konsumsi dayanya sangat-sangat kecil, katakanlah kurang dari 5 watt, namun jika berlangsung terus menerus, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun dapat kita kalkulasi biaya nganggur yang kita keluarkan. Untuk mengetahu hal-hal ini sangat sederhana, jika masih ada indikator lampu yang menyala berarti peralatan tersebut masih mengkonsumsi listrik, sekedar tips agar Anda tidak repot-repot taruhlah colokan pada posisi yang mudah dijangaku, sehingga tidak merepotkan jika hendak mencopot atau memasang kabel tersebut. Atau gunakan colokan yang memiliki skalar sehingga lebih memudahkan.
Kiat Hemat Energi (2)
Ketika gelap tiba, lampu-lampu pun dinyalakan untuk penerangan. Anda dapat menghemat energi listrik dengan menggunakan lampu yang hemat energi.
Banyak orang enggan beralih ke lampu hemat energi karena harganya relatif mahal dibandingkan bola lampu biasa. Pada hal kalau mau berhitung secara ekonomis dalam jangka waktu yang panjang pengggunaan lampu hemat energi justru lebih ekonomis, sekaligus juga ramah lingkungan (Tema Aksi Puasa Pembangunan 2008).
Sebagai contoh, untuk mendapatkan terang seperti lampu pijar 60 watt, Anda cukup menggunakan lampu hemat energi sebesar 11 watt. Memang harga lampunya bisa 2 atau 3 kali lebih tinggi, namun biaya listrik yang dipergunakan dalam waktu sebulan hanya sekitar seperenamnya atau lebih hemat hingga 75%. Mau pilih yang mana ?
(sumber : Kompas, 6 Juni 2008, Inspiratorial)
Hari Lingkungan Hidup 2008
Hidup dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan kini sedang populer. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menghemat energi dan arah kedepan adalah menyelematkan bumi. Tidak usah jauh-jauh mari mulai dari dalajm rumah kita masing-masing :
Hemat air di kamar mandi
Apakah Amda t5ermasuk orang yang senang mengguyur tubuh setelah setengah harian bekerja / beraktivitas ? Tentu halk ini sangat menyenangkan dan menyegarkan. Namun, pengunaan air yang berlebihan juga bukan tindakan yang baik dilihat dari kacamata pelestarian lingkungan hidup. Gunakan air seperlunya, caranya ?
Umumnya penggunaan air di kamar mandi, apakah menggunakan bak mandi atau shower. Dan jika Anda menggunakan pemanas elektrik, maka energi yang disedot untuk kebutuhan mencuci tubuh ini semakin banyak lagi. Anda dapat menghemat air dan sumber daya untuk mandi dengan mengurangi : memperkecil ukuran gayung atau Anda dapat mengurangi jumlah siraman ke tubuh Anda misalnya yang biasanya 30 gayung, buat menjadi 25 gayung, atau yang terbiasa 20 siraman buat menjadi 17 siraman. Jika mungkin ganti selang shower menjadi lebih kecil. Anda Lihat Anda telah menghemat air. Anda juga dapat mengurangi waktu Anda berada di kamar mandi apalagi Anda terbiasa menyalakan lampu di sana. Jika biasanya 15 menit apakah Anda bisa mengurangi menjadi 12 menit. Lihat Anda telah hemat listrik selama 2 menit.Banyak oramg terbiasa bersenandung di kamar mandi, menyanyi di kamar mandi menyebabkan waktu Anda tersita, listrik Anda pun terbuang maka pindahkan hobby Anda bersenandung di kamar mandi ke luar kamar mandi. Tanpa sadar Anda menghabiskan waktu, menbuang air sia-sia, membuang energi / sumber daya cuma-cuma. Tak salah Anda mematok waktu Anda berada di kamar mandi dan energi yang terpakai juga dibatasi.
05 June, 2008
Peduli Lingkungan
Refleksi bagi kita semua !
Pernahkah anda menengadahkan wajah untuk melihat langit Jakarta, Bandung, Yogyakarta, atau Surabaya?
Jika pernah, pasti anda juga sudah tahu bahwa langit di jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia sudah tidak biru lagi. Udara kota sudah dipebuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Jika keadaan ini tetap bertahan selama dua puluh tahun ke depan, tidak mustahil kita akan menghadapi kenyataan bahwa kota-kota besar tersebut sudah tidak layak huni.
Bayangkan (imajinasi) saat itu orang-orang tidak bisa lagi keluar rumah dengan leluasa. Mereka harus memanggul sebuah tabung berat oksigen untuk sekadar membeli garam (yang juga sudah terkontaminasi polutan) ke warung depan. Dan tidak mustahil akan muncul banyak mutan berkepala dua yang gennya mengalami mutasi akibat polutan berbahaya.
Seram bukan? Anda semua pasti tidak ingin semua itu menjadi kenyataan.
Kompas 31/07/14 juga menulis :
Kita perlu belajar melalui pengalaman dari negara lain dalam hal polusi udara kota ini. Pada tahun 1990-an dilaporkan bahwa di Cubatao, Brasil, terjadi tragedi lingkungan yang cukup fatal bagi bayi. Empat puluh dari setiap 1000 bayi yang lahir di kota itu meninggal saat dilahirkan, sedangkan 40 yang lain kebanyakan cacat atau meninggal pada minggu pertama hidupnya. Pada era tahun tersebut, dengan 80.000 penduduk, Cubatao mengalami sekitar 10.000 kasus kedaruratan medis, yang meliputi penyakit tuberkulosis (TBC), pneumonia, bronkitis, emfisema, asma bronchiale, serta beberapa penyakit pernapasan lain.
Memprihatinkan bukan?
Nah, sekarang waktunya kita mengenyampingkan gengsi. Waktunya kita mengenyampingkan rasa pamer terhadap kekayaan yang kita punya. Ikutlah perpartisipasi menjaga lingkungan dengan : NAIK ANGKUTAN MASSAL atau ANGKUTAN YANG BEBAS POLUSI.
Bukan, bukan berarti anda harus naik truk sapi atau delman untuk pergi ke kantor.
Masyarakat jakarta bisa bepergian dengan Busway - yang sudah mulai memakai bahan bakar hidrogen - atau Bis Kota (yang perlu diremajakan) atau Kereta Listrik. Sadarlah anda bahwa semakin banyak orang yang mengendarai BMW sekarang, semakin banyak mutan di masa yang akan datang. Dewasa ini juga semakin banyak komunitas yang mengadakan acara bersepeda ke kantor (bike to work).
Kita semua sudah mengetahui akibat dari polusi. Dan kita juga sudah mengetahui salah satu cara untuk ikut menjaga lingkungan. Cintailah lingkungan dengan MENJAGANYA.
(sumber : Cintailah lingkungan www.google.com)
02 June, 2008
Mengubah sampah Menjadi Uang
Ketika Sampah yang Jorok Disulap Jadi Duit (bagian-3)
Selain diolah menjadi pupuk kompos, sampah rumah tangga juga bisa dijadikan duit. Jadi tidak perlu merasa terlalu jijik dengan sampah. Berikut tulisan bersambung upaya warga Kota Beriman mengolah sampah jadi duit.
////////MAULIANA NOOR\\\\\\\\\\
Siapa bilang sampah harus selalu dibuang dan disingkirkan jauh-jauh. Ternyata tumpukan sampah dapat berubah menjadi barang berguna dengan desain unik dan cantik. Tentunya diperlukan kepedulian dan kreatifitas yang tinggi untuk menjadikan sampah dapat digunakan kembali.
Hal ini dibuktikan oleh Tim Penggerak PKK RT 41 kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Utara yang memanfaatkan beberapa barang bekas non organik seperti bungkus permen dan botol minum ukuran 1 liter menjadi barang-barang yang dapat menghasilkan duit. Barang-barang tersebut diantaranya bingkai foto, vas bunga, gantungan berbentuk rambutan dan tidak luput dari galon minum dijadikan pot-pot tanaman hias yang dijejer apik di halaman rumah warga.
Salah seorang anggota PKK RT 41 Gunung Samarinda, Tias mengatakan barang-barang kerajinan itu berasal dari hasil mengumpulkan bungkus-bungkus permen dan barang-barang yang tidak dipergunakan lagi. “Kreativitas memanfaatkan barang-barang bekas tersebut mulai dilakukan sejak duduk di sekolah dasar, dan adanya program pemerintah kota (pemkot) Clean, Green and Healthy (CGH) dalam mengelola limbah, membangkitkan kreativitas yang sudah lama terpendam,” ujar wanita berjilbab ini menjawab Post Metro, Rabu (2/3).
Berbagai kreasi dari bungkus permen dan limbah non organik yang tidak dipergunakan lagi, dibuat secara kreatif oleh para tim penggerak PKK yang terdiri dari Arni, Tris Astuti, Tias dan para kader lainnya. Ide untuk membuat barang-barang berguna dari sampah ini muncul dari kehidupan sehari-hari.
”Ini sampah yang kita kumpulkan dari lingkungan setempat, namun sejauh ini, barang-barang yang dihasilkan belum diperjualbelikan secara luas sifatnya hanya berupa suvenir yang dipergunakan untuk warga,” timpal Ketua PKK RT 41 Gunung Samarinda, Arni.
Masih kata dia, selain sampah non organik, PKK juga melakukan pengelolaan sampah-sampah organik untuk disulap menjadi pupuk kompos. “Hasil dari pengelolaan sampah organik tersebut, dipergunakan untuk tanaman hias warga,” imbuhnya seraya menyebutkan pengelolaan sampah organik sebelumnya dilakukan pemilahan sampah dan mencincang kecil-kecil sisa-sisa sayuran.
Diakui Tias dalam menciptakan barang-barang kreativ tersebut tidak mengalami kendala. “Kemungkinan kendalanya hanya faktor waktu, ya, maklulah kita adalah para ibu rumah tangga, sehingga menciptakan barang-barang kerajinan harus menyesuaikan waktu yang tepat,” ungkap dia.
Ketika disinggung oleh wartawan, jika barang-barang kerajinan tersebut mencuri hati orang yang melihatnya dan mengajukan pesanan, sanggup atau tidak. Arni pun mengatakan dengan nada penuh semangat akan mengkordinasikannya kepada para tim pengerak PKK lainnya. “Kenapa nggak dilakukan kalau ada pesanan, nanti kita akan mengerjakannya dengan gotong royong,” tandasnya dengan gelak tawa.
Sementara itu, Lurah Gunung Samarinda Abi Darda ketika ditemui Post Metro,menanggapi kreativitas warganya cukup membanggakan, pasalnya RT 41 merupakan salah satu pilot project atau proyek percontohan Kelurahan Gunung Samarinda dan peraih juara tiga dalam lomba Administrasi tingkat kota pada tahun 2007 lalu. “Cukup bangga juga, sehingga pihak kelurahan akan terus mendukung kreativitas warga tersebut,” katanya yang menyebutkan selain RT 41, RT 33 warganya juga memiliki kreativitas dalam mendaur ulang limbah rumah tangga.
Nah, dalam mendukung kegiatan positif tersebut, pihak kelurahan berencana akan membantu menyalurkan hasil kerajinan para warga tersebut. “Sampai saat ini belum, namun Insya Allah, jika hasil kerajinan tersebut berkembang, mengapa tidak rencana penyalurah akan dilakukan,” ujarnya.
(tulisan hasil copy dari :http://www.metrobalikpapan.co.id
Berita Metro Kota Kamis, 3 April 2008)
Metode Pengolahan Sampah
Pengelolaan sampah mencakup juga sub system pemrosesan dan pengolahan sampah, yang perlu dikembangkan secara bertahap langsung sebagai bahan baku maupun sebagai sumber energi, sehingga tercipta keseimbangan dan keselarasan antar sub-sistem, baik dalam pengoperasian maupun pembiayaannya. Untuk memperoleh “economies of scale” dari sinkronisasi sub system yang lain, maka dalam perencanaan dan implementasinya, berbagai upaya terkait dengan upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pembiyaan dan operasionalnya harus menjadi prioritas utama.
Sebagaimana dibahas, pola pengelolaan persampahan yang selama ini dilaksanakan di Indonesia, hendaknya dikembangkan dengan memasukan pilihan pemrosesan dan pengolahan untuk menjadikan sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan, baik di tingkat kawasan mapun di TPA sebagaimana terlihat dalam gambar 8.1, sehingga sampah yang akan di urug ke dalam tanah di minimalkan.
Paradigma baru yang ditopang oleh sumber daya manusia, peran serta masyarakat, visi kewiraushaan, kemampuan manajemen operasional, modal investasi dan dipicu oleh perkembangan teknologi telah mengubah pola pandang banyak pihak terhadap sampah. Dengan melihat karakteristik dan komposisinya, sampah berpotensi memberikan nilai ekonomi, misalnya bila diolah menjadi bahan kompos dan bahan daur ulang. Namun potensi nilai ekonomi ini hendaknya harus dilihat secara proposional dan lebih mengedepankan prinsip agar system yang dipilih dapat berkesinambungan. Dilihat dari komposisi sampah, maka sebagian besar sampah kota di Indonesia adalah tergolong sampah hayati, atau secara umum dikenal sebagai sampah organic. Sampah yang tergolong hayati ini untuk kota-kota besar bias mencapai 70% dari total sampah, dan sekitar 28% adalah sampah non hayati yang menjadi obyek aktivitas pemulung yang cukup professional, mulai dari sumber sampah sampai ke TPA. Sisanya sekitar 2% tergolong lain-lain seperti B3 yang perlu dikelola tersendiri. Jenis sampah dengan persentase organic yang tinggi sangat cocok diolah menjadi kompos, sumber gasbio dan sejenisnya. Sedang komponen anorganik mempunyai potensi sebagai bahan daur ulang yang juga cukup potensial seperti plastic, kertas, logam/kaleng, kaca, karet. Berdasarkan kenyataannya tersebut, akan lebih baik bila pengurangan jumlah sampah dilakukan melalui proses pengolahan sampah yang terpadu.
POLA pengelolaan sampah terpadu secara konseptual dapat digambarkan seperti skema pada gambar 8.2 berikut.
Pembangunan system persampahan yang lengkap dan dikelola secara terpadu, selain memerlukan modal investasi awal yang cukup besar, juga memerlukan kemampuan manajemen operasional yang baik. Untuk mewujudkan maksud tersebut dapat dijalin hubungan kerjasama antar daerah dan atau bermitra usaha dengan sector swasta yang potensial dan berpengalaman. Kerjasama kemitraan dapat mempercepat proses penyediaan sarana dan prasarana dengan cakupan pelayanan yang lebih luas dan peningkatan dalam mutu pelayanannya. Sistem pengelolaan yang dikembangkan harus sensitive dan akomodatif terhadap aspek komposisi dan karakteristik sampah dan kecenderungan perubahannya di masa mendatang. Sistem pengelolaan sampah harus disesuaikan dengan pergeseran nilai sampah (waste shifting values) yang selama ini dianggap sebagai bahan buangan yang tidak bermanfaat, bergeser nilainya dengan bahan-bahan bernilai bila diolah menjadi kompos dan bahan daur ulang dan daur pakai.
Teknik-teknik pemrosesan dan pengolahan sampah yang secara luas diterapkan di lapangan, khususnya di negara industri antara lain adalah:
- Pemilahan sampah, baik secara manual maupun secara mekanis berdasarkan jenisnya.- Pemadatan sampah (baling)- Pemotongan sampah- Pengomposan sampah baik dengan cara konvensional maupun dengan rekayasa- Pemrosesan sampah sebagai sumber gas-bo- Pembakaran dalam Insenerator, dengan pilihan pemanfaatan enersi panas
Sekitar tahun 1980-an Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) ITB memperkenalkan konsep Kawasan Industri Sampah (KIS) pada tingkat kawasan dengan sasaran meminimalkan sampah yang akan diangkut ke TPA sebanyak mungkin, dengan melibatkan swadaya masyarakat dalam daur-ulang sampah. Konsep sejenis sudah dikembangkan di Jakarta yaitu Usaha Daur Ulang dan Produksi Kompos (UDPK) yang dimulai sekitar tahun 1991. Seperti halnya Konsep KIS dari PPLH-ITB, maka konsep UDPK ini didasarkan atas community based development, yang merubah pendekatan pengelolaan sampah perkotaan dari fungsi pelayanan kepada fungsi produksi yang ekonomis dan menciptakan lapangan kerja sector informal. Namun dari 13 unit UDPK yang dikembangkan, menurut informasi tidak lebih dari 3 unit pada tahun 2001 yang masih beroperasi. Konsep ini tidak berjalan lancer karena membutuhkan kesiapan semua pihak untuk merubah cara fakir dan cara pandang dalam penanganan sampah, termasuk cara pandang pengelola kota setempat. Konsep sejenis juga diperkenalkan oleh BPPT dengan zero-waste nya (9). Secara teknis keberhasilan cara-cara tersebut banyak tergantung pada bagaimana memilah dan memisahkan sampah sedini mungkin, yaitu dimulai dari wadah penghasil sampah di rumah yang telah dipisah, gerobah sampah yang secara terpisah mengangkut sampah sejenis serta truk sampah yang akan mengangkut sampah sejenis atau bergantian menuju tempat pemrosesan. Tanpa upaya ini tersebut dinilai kurang begitu efisien.
Melihat komposisi sampah di Indonesia yang sebagian adalah sisa-sisa makanan, khususnya sampah dapur, maka sampah sejenis ini akan cepat membusuk, atau tergradasi oleh mikroorganisme yang berlimpah di ala mini. Cara inilah yang sebetulnya dikembangkan oleh manusia dalam bentuk pengomposan atau biogasifikasi. Di Indonesia, dengan kondisi kelembaban dan temperature udara yang relative tinggi, maka kecepatan mikroorganisme dalam “memakan” sampah yang bersifat hayati ini akan lebih cepat pula. Pengomposan merupakan salah satu teknik pengolahan limbah organic (hayati) yang mudah membusuk. Kompos dapat disebut berkualitas baik bila mempunyai karakteristik sebagai humus dan bebas dari bakteri pathogen serta tidak berbau yang tidak enak. Sampah yang telah membusuk di sebuah timbunan sampah misalnya di landfill sebetulnya adalah kompos anaerob yang dapat dimanfaatkan pada pasca operasi. Alasan utama kegagalan pengomposan selama ini adalah pemasaran (9).
Aktivitas daur-ulang sampah dapat dimulai dari rumah-rumah, misalnya penggunaan komposter individual. Cara ini diperkenalkan dan telah diuji coba oleh LitBang Pemukiman PU beberapa tahun yang lalu. Dengan volume container sekitar 60 Liter, ternyata sampah dapur khususnya sisa-sisa makanan, akan dapat ditahan di alat ini dapat menerima sampah dari sebuah keluarga selama lebih dari 6 Bulan sebelum penuh. Setelah penuh, yang dihasilkan adalah kompos yang perlu penanganan lebih lanjut. Samaph jugaa merupakan sumber biomas sebagai pakan ternak atau sebagai pakan cacaing. Khususnya untuk pakan cacing, jenis sampah yang cocok adalah sampah hayati, khususnya sampah yang berasal dari dapur. Dalam skala kotaa, dimana system pengumpulan dan pengangkutan sampah masih tercampur, maka upya ini sulit untuk tercapai baik. Dari upaya ini akan dihasilkan vermin-kompos yang berasal dari casting-nya serta bioamassa cacing yang kaya akan protein untuk makanan ternakserta kegunaan lainnya(9).
Sampah yang terbuang, sebetulnya menyimpan enersi yang dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan enersi sampah dapat dilakukan dengan cara:a. Menangkap gasbio hasil proses degradasi secara anaerobic pada reactor (digestor)b. Menangkap gas bio yang terbentuk dari sebuah landfillc. Menangkap panas yang keluar akibat pembakaran, misalnya melalui insinerasi.
Sumber:DIKTAT KULIAH TL-3150/ITB
Oleh:Prof. Enri DamanhuriDR. TRI Padmi
(tulisan ini murni hasil copy dari :http://tsabitah.wordpress.com/)