12 July, 2008

Global warming

Global Warming: Ramalan Hancurnya Kehidupan Manusia ???

Global warming menjadi sebuah tema yang sedang marak diperbincangkan oleh banyak pihak. Berbagai media massa menjadikan masalah ini sebagai sorotan utama dan kalimat pengisi headline. Apakah ini adalah permasalahan baru yang dihadapi umat manusia? Tentu saja tidak, pemanasan global adalah isu lama yang kian menghangat, dalam pengertiannya secara harfiah maupun metaforis.
Secara umum, global warming dapat didefinisikan sebagai proses menghangatnya bumi dalam beberapa kurun waktu. Proses ini adalah gejala alamiah, jika bumi tidak mengalami penghangatan maka dapat dipastikan bahwa bumi akan membeku seperti pada masa ice age. Lalu, kalau global warming adalah suatu gejala alamiah kenapa begitu banyak pihak yang meributkannya? Permasalahannya adalah ulah manusia yang telah menjadikan proses ini berjalan abnormal.
Sejak berkembangnya teknologi industri, pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batubara meningkat dengan pesat. Penggunaan sumber energi ini menghasilkan emisi gas buangan dengan karbondioksida (CO2) sebagai kandungan yang dominan. Apa akibatnya? Akibatnya gas CO2 ini terakumulasi dan membentuk sebuah lapisan pada atmosfer bumi. Lapisan inilah yang kemudian menjadi ‘kaca penahan’ bagi panas bumi yang keluar. Panas bumi tersebut dipantulkan berkali-kali sehingga memperkuat penghangatan yang terjadi secara alamiah. Umumnya peristiwa ini disebut sebagai Greenhouse Effect.
Bahaya utama dari peristiwa tersebut adalah meningkatnya temperatur bumi yang mengalami efek domino. Kronologisnya adalah sebagai berikut: Pertama, temperatur di bumi naik, hal ini menyebabkan mencairnya salju di pegunungan dan es di kutub-kutub; Kedua, Lelehan dari salju dan es tersebut menambah volume air di laut sehingga permukaannya bertambah tinggi; Ketiga, naiknya permukaan air laut berakibat langsung pada bertambahnya musim kemarau dan berkurangnya musim hujan, perubahan iklim terjadi, hewan-hewan bermigrasi, spesies hewan dan tumbuhan mengalami penurunan jumlah, pasokan air bersih berkurang, disharmonisasi alam terlaksana dan kelangsungan hidup umat manusia pun terancam.
Selain akibat-akibat yang diutarakan di atas, perubahan iklim yang semakin memanas juga memegang andil dalam naiknya prosentase kebakaran hutan. Frekuensinya semakin sering terjadi dan area pembakarannya meluas. Lahan gambut, yang merupakan vegetasi penyerap gas CO2, ikut terbakar habis dan artinya potensi untuk mengurangi lapisan rumah kaca di atmosfer bumi pun berkurang drastis.
Jika belum juga mendapat mendapat gambaran tentang bahaya yang menunggu umat manusia ‘di depan sana’ coba saja bayangkan jika Anda berada pada suatu masa dimana dunia mengalami krisis pangan dan air bersih; banyak daerah pesisir yang hilang ditelan laut, yang berarti menghasilkan ribuan bahkan puluhan ribu korban jiwa; hari-hari Anda lewati seperti berada di dalam sauna; sumber-sumber energi seperti minyak dan gas alam disamping sangat terbatas, menjadi sangat mahal; banyaknya sektor kehidupan yang terhambat dan mati seperti sektor pertanian, perikanan, kelautan, pariwisata, transportasi dan lain-lain. Dan itu semua belum lagi setengahnya dari hal-hal yang akan kita hadapi sebagai imbas dari global warming.Setelah mengetahui kerugian yang akan kita terima, akankah kita tetap berdiam diri dan membiarkan hal-hal itu terjadi? Partisipasi kita dalam memelihara kehidupan bisa dimulai dari melakukan penghematan dalam penggunaan bahan energi, mencari sumber energi alternatif, gunakan listrik secukupnya, ganti barang-barang elektronik dengan yang ramah lingkungan, dan last but not least: cintai alam sekitar sebagaimana Anda mencintai diri sendiri.
(Dirangkum dari berbagai sumber)

08 July, 2008

CINTA = KEHIDUPAN

CINTAILAH LINGKUNGAN ANDA !

Setiap detik, setiap menit.....
ambil sampah yang berserakan......
Masukkan bak sampah dan .......
Anda telah mencintai diri Anda sendiri...
MARI.....
Bangun lingkungan yang nyaman, asri dan aman.

pesan ini disampaikan dalam rangka peduli sampah

SAMPAH & BERKAT

Peran ”ABG” Mengubah Sampah Jadi Berkat
OlehWahyu WibisanaSRAGEN – Masalah persampahan Tanah Air memang tergolong sangat pelik. Banyak daerah di negeri ini yang masih kesulitan dalam mengelola sampah terutama sampah pasar yang volumenya sangat besar setiap hari.Jika kita asumsikan rata-rata sebuah pasar tradisional menyuplai sampah antara 2 ton hingga 5 ton per hari, maka bisa dipastikan dalam satu bulan sampah pasar yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) antara 60 hingga 150 ton. Dalam satu tahun, akan dihasilkan 720 ton hingga 1.800 ton sampah. Tadi itu hanya perhitungan satu pasar tradisional, bagaimana jika sebuah daerah memiliki lebih dari satu pasar seperti yang ada di daerah-daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Bisa dibayangkan berapa ribu ton sampah pasar yang akan dihasilkan.Maka jangan heran kalau kemudian persoalan sampah ini menjadi sebuah “bom waktu” yang siap meledak setiap saat. Kasus Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah dan TPA Bantar Gebang yang sempat memakan korban jiwa beberapa waktu lalu merupakan salah satu contoh nyata.Melihat kenyataan ini, pemerintah dan DPR merasa perlu membuat sebuah aturan baku mengenai persoalan pengelolaan sampah ini dalam sebuah undang-undang yang telah disahkan, Rabu (9/4) lalu. Dengan adanya aturan yang jelas ini, masing-masing pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan penutupan TPA yang menggunakan sistem pengelolaan terbuka dalam waktu satu tahun ke depan dan TPA yang menggunakan sistem pengelolaan tertutup dalam kurun waktu lima tahun ke depan.Namun sayangnya, aturan ini juga tampaknya belum akan menyelesaikan masalah persampahan Tanah Air. Ini karena undang-undang yang baru disahkan ini juga masih memerlukan sejumlah instrumen pendukung seperti Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen), Peraturan Daerah (Perda). Jadi BerkatNamun, ketika sejumlah daerah tengah “berperang” menghadapi persoalan sampah, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah telah berhasil mengubah sampah-sampah pasar dan kotoran ternak mereka menjadi sesuatu yang berguna. “Masyarakat Sragen kini telah berhasil menjadikan sampah sebagai sebuah berkat, bukan lagi menjadi masalah seperti yang dialami sejumlah daerah di Indonesia,” tutur Bupati Sragen, Untung Wiyono, kepada sejumlah wartawan yang ikut dalam rombongan Yayasan Danamon Peduli baru-baru ini.Untung mengatakan, kini masyarakat Sragen telah berhasil mengolah sampah pasar dan kotoran ternak mereka menjadi kompos, pupuk organik cair, bahkan biogas. Ini sudah berhasil dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir. Dengan melakukan pengolahan sampah menjadi kompos dan barang turunannya itu kini daerah Sragen telah bisa menikmati manfaatnya. “Salah satunya, kami dapat melakukan penghematan pupuk kimia. Kalau biasanya kami memerlukan 1 ton pupuk kimia untuk 1 hektare lahan persawahan, kini kami cukup menggunakan 400 kg saja. Sisanya digunakan pupuk organik yang diproduksi sendiri dari sampah pasar dengan biaya produksi kurang dari Rp 400 per kilogram,” tambahnya. Tapi, langkah ini tak hanya berhenti sampai di sana. Pembuatan pupuk organik ini terus dikembangkan di Kabupaten Sragen. Salah satunya dengan cara bekerja sama dengan Yayasan Danamon Peduli untuk membangun unit pengelolaan pupuk organik berbasis sampah pasar di Pasar Bunder. Direktur Eksekutif Danamon Peduli, Risa Bhinekawati, mengatakan pengelolaan pupuk organik dari sampah Pasar Bunder ini akan memiliki kapasitas pengolahan sampah sebanyak 5 ton per hari. Dari 5 ton sampah tersebut akan dihasilkan 2 ton pupuk kompos organik yang berada di atas Standar Nasional Indonesia (SNI). “Menurut rencana program ini juga akan kami lanjutkan ke daerah-daerah lain yang Pemdanya punya komitmen untuk mengatasi masalah persampahan mereka,” tutur Risa.Direktur Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI), Dr Darmono Taniwiryo, menyatakan jika target 5 ton sampah ini bisa dipenuhi setiap hari, selain pupuk kompos organik, unit pengelolaan pupuk ini juga akan menghasilkan 1.200 liter air lindi (cairan hasil pemerasan sampah organik). “Air lindi ini kemudian dapat diolah lagi menjadi sumber biogas. Sebagai perbandingan setiap 6.000 liter lindi setelah diolah dapat menjadi 0,9 sampai 1,8 meter kubik biogas yang bisa digunakan oleh 20 keluarga,” papar Darmono. Sementara itu, pupuk kompos yang sudah ada juga akan dikembangkan lagi dalam bentuk-bentuk granul yang harganya juga jadi lebih tinggi. Apalagi pengelolaan sampah menjadi kompos ini cukup simpel. Pertama-tama sampah-sampah pasar yang telah dipisahkan dengan sampah lain dicacah kecil-kecil. Kemudian cacahan ini dipres untuk mengurangi kandungan kadar airnya. Barulah sampah-sampah tersebut difermentasi dan setelah 14 hari sampah tersebut matang dan siap digunakan.Tampaknya model kerja sama dengan formula “ABG” alias akademi, bisnis dan government yang diwakili BPBPI, Yayasan Danamon Peduli dan Pemkab Sragen ini cukup efektif dalam mengatasi sampah. Bahkan, formula ABG ini telah berhasil mengubah sampah jadi berkat. n



Copyright © Sinar Harapan 2003

28 June, 2008

TIPS RAMAH LINGKUNGAN

Kulit Bawang Bikin Subur dan Berbunga

Kamis, 5 Juni 2008 08:10 WIB
Anda ingin tanaman di halaman rumah Anda subur dan berbunga? Mudah sekali caranya. Kumpulkan sisa kupasan kulit bawang merah atau putih dan rendam dalam air secukupnya selama satu malam. Esok harinya, siramkan air tersebut tanpa membuang kulit bawang ke tanaman. Lakukan terus secara rutin. Anda bisa melihat hasilnya. (Dyah Retnaningsih, Bandung)
Sumber: Tabloid Rumah

PEDULI LINGKUNGAN

Cara Mudah Memilih Furnitur Taman

Artikel Terkait:
Bila Pria Lajang Menyukai Taman
Jumat, 13 Juni 2008 11:59 WIB
Taman harus bisa dinikmati. Secara visual, taman harus menyejukkan mata. Keberadaan ruang di dalamnya perlu dibuat agar kesegaran aneka tanaman dapat benar-benar dirasakan secara langsung. Di sana orang dapat bersantai melepas penat. Aktivitas santai di taman dapat terealisas antara lain dengan menempatkan furnitur pada salah satu sudut taman. Sebelum memilih furnitur, sebaiknya pertimbangkan konsep dan suasana taman, yang ingin diciptakan. Segi fungsi secara otomatis akan mendukung terciptanya suasana taman, yang diharapkan. Umumnya, pilihan furnitur taman terbagi dalam dua bagian besar. Pertama, furnitur yang "tertanam" bersama taman. Sifatnya permanen dan cenderung menyatu dengan taman. Kedua, furnitur yang bisa berdiri sendiri. Sifatnya lebih fleksibel, baik dalam desain, fungsi, maupun penempatan.Dalam memilih furnitur, perhatikan juga ukuran taman. Jika luas taman terbatas, misalnya 3mx2m, maka gunakan furnitur yang berukuran kecil. Sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan minimal. Ukuran yang terlalu besar dan jumlah terlalu banyak dapat membuat suasana taman sumpek. Akibatnya, upaya merilekskan diri bisa tak tercapai.
(sumber : kompas.com on line)

Pupuk organik

PUPUK ORGANIK

Isu pemanasan global merambah ke berbagai bidang. Berkaitan dengan hal tersebut orang terketuk untuk ambil bagian dalam mengurangi pemansan akibat banyak polusi yang kita rasakan dimanapun kita berada.
Bruderan St. Aloisius (CSA) Jl. A. Yani 6, ambil bagian dengan memproduksi salah satu sarana penyuburan lingkungan sekitar yakni pupuk organik murni. Komposisi dedaunan dan sampah dapur diolah menjadi pupuk kering. Maka siapa pun yang ingin membuat lingkungan subur, tanaman tumbuh asri, tanpa diganggu dengan issu bahan kimia, maka .............
Silahkan datang ke tempat produksi, lihat hasil yang telah dicapai.
Anda pun bisa membeli pupuk tersebut dengan harga yang sangat terjangkau denga hasil yang dapat dinikmati oleh keluarga, tetangga dan siapun.
HARGA : Rp. 1500 / kg. Anda juga dapat membeli aneka tanaman hias di sana.
Pupuk organik BRUDERAN
Jl. A. Yani NO. 6 Telp : 451541

25 June, 2008

Realita lingkungan saat ini


Pencemaran

Berapa pabrik di Indonesia ?
Berapa cerobong ?
Berapa CO2 yang keluar ?

Bisakah kita mengurangi polusi di lingkungan kita ?
TANAMLAH POHON
RAWAT TANAMAN
BUAT LINGKUNGAN SEKITAR MENJADI HIJAU

Berita : lingkungan kita

U.F.O

Penampakan benda asing bercahaya yang diduga UFO di angkasa Wolf Creek thn 1996

UFO FO adalah singkatan dari Unidentified Flying Object, yang artinya benda terbang tak dikenal atau Benda Terbang Aneh (BETA). Istilah BETA dipergunakan oleh Marsekal Muda TNI (purn) J. Salatun, seorang penyelidik UFO senior Indonesia. UFO tidak harus merupakan sebuah pesawat luar angkasa, namun termasuk segala sesuatu yang terlihat di angkasa dan tak dapat dijelaskan. Dari keseluruhan laporan penampakan, umumnya hanya 10% saja yang tidak dapat dijelaskan atau dikenali melalui penyelidikan yang sangat serius. Sementara sisanya 90% dapat dijelaskan sebagai suatu fenomena alam atau hanya benda buatan manusia. Ilmu yang menyelidiki fenomena tentang UFO dinamakan Ufologi, sementara orang yang melakukan penyelidikan mengenai UFO disebut Ufolog. Makhluk yang membawa UFO disebut sebagai Ufonaut, dan umumnya lebih sering disebut dengan istilah: E.T. atau ALF (Alien Life Form). E.T. adalah singkatan dari Extra Terrestrial, yang artinya berasal dari luar bumi. Karena ada teori yang mengatakan bahwa makhluk UFO bisa saja berasal dari bumi (dari dalam bumi atau dasar laut), maka penggunaan istilah alien lebih sering digunakan daripada E.T. Penggunaan istilah “Piring Terbang” pertama kali digunakan oleh pilot Kenneth Arnold yang melihat sembilan obyek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Sejak itu, masalah UFO banyak dibicarakan orang.

Banyak teori beredar mengenai asal-usul UFO, salahsatunya yang paling populer berpendapat bahwa mereka ini sebenarnya adalah pesawat luar angkasa dari planet lain yang mengunjungi bumi. Namun demikian, teori ini sendiri belum didukung dengan bukti yang kuat sehingga kedudukannya masih lemah. Salah satu sebabnya karena ilmu yang menyelidiki mengenai UFO, Ufologi, masih cenderung dianggap sebagai pseudo science akibat sulitnya mendapatkan bukti-bukti atau data-data ilmiah yang bisa dikembangkan menjadi teori ilmiah.Para Ufolog biasanya mempelajari UFO sendiri dari berbagai saksi mata yang mengaku telah melihat benda asing tsb.

Perbincangan Masalah UFO di Forum PBB

Hari Senin tanggal 27 November 1978 merupakan saat bersejarah bagi masalah UFO: pada hari itu masalah UFO dibicarakan di dalam Komite Politik Khusus dari Majelis Umum PBB dalam sidangnya yang ke-33, dengan mata acara no. 126 yang berbunyi: Pembentukan suatu badan atau bagian dari PBB untuk melakukan, mengkordinasikan dan menyebarluaskan hasil penelitian UFO dan gejala-gejala yang bertalian. Dengan demikian masalah UFO yang kontroversal itu, yang sebelumnya telah 31 tahun lamanya menjadi pemberitaan dunia, akhirnya menjadi pembicaraan resmi di forum PBB.

Adalah sangat berguna bagi kita untuk mempelajari penyajian masalah UFO di forum PBB itu, oleh karena selain bersifat unik baik di dalam sejarah badan dunia tadi maupun di dalam sejarah UFO, bahan-bahan yang dikemukakan bersifat autentik sehingga dapat mengantarkan para pembaca ke dalam masalah UFO serta intisari persoalannya.

Masalah UFO untuk pertama kali diajukan ke forum PBB pada tahun 1975 oleh Sir Eric Matthew.Gairy, Perdana Menteri Grenada, suatu negara kecil yang terdiri dari sebuah pulau di Hindia Barat dengan penduduk 100.000 jiwa. Di dalam perdebatan umum di Majelis Umum PBB tahun berikutnya, ia mengimbau negara-negara besar untuk menyediakan informasi dan data lain tentang UFO bagi negara-negara dan rakyat lain di bumi ini.

Di dalam kata pembukaannya bagi penyajian masalah UFO, Perdana Menteri Sir Eric M. Gairy menerangkan mengapa Grenada begitu memikirkan masalah UFO dan bukan hal-hal lain yang langsung menyangkut perkembangan dunia. Dijelaskannya bahwa seluruh dunia sudah terlalu memikirkan masalah-masalah internasional yang ditilik dari sudut kepentingan tiap-tiap negara hal tersebut mudah dimengerti sehingga mereka seakan-akan lupa atau sangat sedikit memikirkan masalah-masalah internasional yang menyangkut dunia sebagai suatu keseluruhan. Motifnya untuk mengemukakan masalah UFO di forum PBB ialah “kepercayaan kepada adanya Yang Mahakuasa, dan pengakuan bahwa gejala UFO merupakan salah satu cara-Nya untuk berhubungan dengan umat manusia. Saya tahu bahwa merupakan tugas umat manusia untuk mempelajari dan mengerti lebih baik para utusan itu.”

Beberapa Kisah Mengenai Penampakan UFO:

Ternyata Penampakan UFO tidak hanya terlihat di era zaman Modern saja,banyak catatan-catatan kuno mengenai kehadiran UFO di masa lampau,diantaranya:

*Sebuah catatan kenegaraan pada Zaman pemerintahan Pharaoh Thutmose III, sekitar 1450 S.M,menceritakan dimana pada suatu malam di angkasa kerajaan Mesir kuno muncul suatu obyek yang menyerupai bulan,namun benda asing tersebut mempunyai sorot cahaya lebih terang daripada bulan.Dikisahkan,Masyarakat Kerajaan Mesir kuno yang sempat menyaksikan kejadian tersebut mengira penampakan cahaya misterius yang menyinari dataran tempat tinggal mereka adalah jelmaan dari Dewa Ra (Dewa Matahari bangsa Mesir Kuno) yang muncul di malam hari.

*Sebuah catatan kecil dari Julius Obsequens (99 S.M),seorang ajudan kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Julius Cesar,mengisahkan kemunculan benda aneh di langit Kerajaan Romawi yang berputar sangat cepat dan bergerak secara vertikal berulang-ulang kali lalu menghilang.
Beberapa minggu kemudian,suatu laporan dari seorang penduduk Roma juga mengisahkan di Tarquinia (merupakan daerah dari bagian Kekasisaran Romawi) menjelang matahari terbenam,sekelompok benda bulat, seperti bola bumi, perisai bulat atau bundar, bergerak dengan cepat di langit dari barat ke timur.”

*Ukiran Kayu Mahakarya seorang pemahat Jerman,Hans Glaser(1561) juga menggambarkan kemunculan sekelompok benda aneh yang memenuhi cakrawala diangkasa Kota Nurenberg yang disaksikan oleh puluhan pasang mata di kota tsb.Ia berpendapat benda-benda ini bukanlah merupakan gugusan bintang,karena benda asing tsb bergerak dan melakukan berbagai macam bentuk formasi yang selalu berubah-ubah setiap menitnya.

Sebelum banyak yang tahu menahu tentang istilah UFO maupun “piring terbang”,ada juga sejumlah laporan mengenai kejadian aneh yang ada sangkut pautnya dengan benda terbang yang tak teridentifikasi tsb

*25 Januari, 1878, Denison Daily News menulis bahwa seorang petani lokal, John Martin, melaporkan kepada kepolisian bahwa dia telah melihat benda terbang bundar yang gelap dan besar, menyerupai balon terbang dengan kecepatan sangat hebat.

*28 Februari, 1904,pengamatan oleh tiga orang anggota kru di USS Supply, melaporkan 300 mil sebelah barat San Francisco,muncul berbagai macam formasi terbang aneh yang mengeluarkan cahaya merah terang benderang diangkasa selama beberapa menit.Kemudian benda-benda tsb dalam sekejap menghilang secara misterius dan muncul kembali di area yang berbeda dari tempat kemunculanya yang pertama,namun ketiga saksi mata tsb masih dapat menyaksikannya karena jarak kemuncullan mereka yang ke dua tidak begitu jauh dari tempat kemunculan yang pertama.

*Seorang Astronom Inggris, E. W. Melantur ’s pada 17 Nov,1882,mengisahkan telah melihat 2 benda asing terbang rendah di sekitar pelataran rumahnya sesaat ketika ia akan melihat ke angaksa dengan teropongnya.

*Pada 25 Februari,1942, U.S.Army mendapati 10 obyek misterius yang tak dikenali baik secara audio maupun visual dan tak terdeteksi oleh radar, melintas membentuk formasi lingkaran di angkasa Los Angles,California
Karena mereka menganggap bahwa 10 obyek misterius tersebut merupakan pesawat mata-mata musuh yang tak terdeteksi oleh radar,maka sekitar 20 tembakan rudal ditembakkan kearah obyek-obyek misterius tsb selama 20 menit sebelum meraka menghilang,namun tak satupun rudal mengenainya.Mereka menuturkan,kesepuluh obyek misterius tadi bergerak sangat gesit secara vertikal dan horisontal,bahkan mereka seakan-akan mampu berdiam diri diudara seakan-akan bersiap-siap menunggu luncuran rudal berikutnya.
Asal pesawat udara tidak pernah dikenali.
Insiden tersebut sekarang dikenal sebagai Pertempuran misterius Los Angeles, atau serangan udara Pantai Barat.

Pada Zaman-Zaman Modern seperti sekarang,laporan mengenai penampakan UFO mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar.Berbagai peristiwa kemunculannya banyak yang telah didokumentasikan.Berbagai bukti berupa picture maupun rekaman video telah banyak beredar.Namun,banyak pihak yang menyangsikan beberapa picture dan video-video dokumentasi tsb hanya merupakan rekayasa kecanggihan teknologi semata.Mengingat banyak-nya narasumber yang pernah membocorkan tentang pembuatan video maupun foto-foto penampakan UFO yang mereka buat sendiri.

(sumber http://soetyo1974.wordpress.com/ warung on-line (akses 24 Juni 2008)

23 June, 2008

Berita : Solusi ramah lingkungan

Kebakaran Hutan dan Lahan, Apa yang Perlu Segera Dilakukan?
Pemadaman Api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Lapangan (foto: BKSDA-Kalteng)





Dalam setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan, selalu ada pertanyaan, “Apa yang harus dilakukan segera?”

Yang utama dan mendesak (dalam jangka pendek) yang perlu dilakukan apabila sudah terjadi kebakaran adalah pemadaman. Sampai saat ini, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan memang terus dilakukan, namun hasilnya belum signifikan. Hal ini karena perbandingan sumberdaya pemadam dengan luasahan lahan yang terbakar tidak seimbang. Selain itu, manajemen pemadaman kebakaran pun masih belum efektif.

Untuk efektifitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

Pemadaman di Darat/Lapangan
  • Pengerahan dan pelibatan berbagai pihak dalam kegiatan pemadaman kebakaran.
    Saat ini keterlibatan berbagai pihak dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan masih minim. Contohnya, saat pemadaman kebakaran di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tanggal 17 Agustus 2006, Tim WWF melihat tidak ada keterlibatan pihak lain, selain Manggala Agni dari BKSDA Kalteng, yang memadamkan kebakaran lahan gambut di pinggir kota Palangkaraya. Padahal, dalam organisasi Pusdalkarhutla terdapat unsur Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, TNI, Polri, dan unsur masyarakat. Keterlibatan masyarakat sangat penting, karena mereka yang langsung berada di lokasi kebakaran.
  • Instalasi dan Penempatan Peralatan Pemadam di Lokasi yang Rawan Kebakaran.
    Saat ini, kebanyakan peralatan pemadam kebakaran dikonsentrasikan di kantor/posko yang berada di kota provinsi/kabupaten. Sehingga pada saat diperlukan untuk pemadaman, mobilisasi alat menjadi kendala. Selain itu, pada daerah-daerah yang diidentifikasikan rawan kebakaran, jarang terdapat sarana penampung air, semisal embung-embung air. Instalasi dan penempatan peralatan/sarana harus sudah dilakukan sebelum kebakaran.
  • Mencari subsitusi air untuk pemadaman kebakaran.
    Air merupakan unsur yang terpenting dalam pemadaman kebakaran. Namun, tidak semua lokasi kebakaran terdapat sumber mata air, sehingga harus dicari pengganti air yang dapat digunakan untuk mematikan api. Materi yang dapat digunakan antara lain, tanah, pasir, dan batang pohon basah/segar yang ditumbangkan. Substitusi air hanya dapat dilakukan untuk kebakaran permukaan. Untuk kebakaran tanah gambut, mutlak diperlukan air.
  • Pemilihan Metode Pemadaman tepat.
    Terdapat beberapa metode pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Saat ini kebanyakan metode yang digunakan adalah pemadaman api/kebakaran secara langsung, padahal tidak semua jenis kebakaran dapat ditanggulangi dengan pemadaman langsung. Pemadaman langsung dapat dilakukan apabila kebakaran belum meluas dan jumlah regu pemadam memadai. Namun, apabila kebakaran sudah terjadi pada skala luas, pemadaman langsung tidak efektif, maka harus dicari metode lainnya. Metode yang efektif untuk kebakaran yang sudah meluas adalah melokalisir kebakaran. Konsepnya adalah mengorbankan areal yang sudah pasti terbakar dengan menyelematkan areal lainnya yang lebih luas.
Pemadaman dari Udara
  • Hujan Buatan
    Hujan adalah cara terbaik dan paling efektif untuk memadamkan kebakaran. Sayangnya hujan secara alami terjadi pada musimnya. Kebakaran hutan dan lahan biasanya terjadi pada musim kemarau, sehingga sangat sulit mengharapkan bantuan hujan untuk pemadamanya. Cara yang bisa bisa ditempuh adalah mengadakan hujan buatan. Meski demikian, hujan buatan dapat diselenggarakan apabila kondisi awannya memungkinkan. Dari beberapa kejadian kebakaran, hujan buatan terbukti cukup signifikan mengurangi kebakaran dan dampaknya.
  • Pengeboman Air (Pemadaman Menggunakan Pesawat)
    Pemadaman kebakaran menggunakan pesawat dapat efektif kalau sumber air tersedia dan kapasitas angkut pesawat memadai. Dari beberapa upaya pengeboman air, seperti di Riau dan Kalimantan Tengah, efektifitasnya masih rendah, karena daya angkut air pesawat kecil (300-500 liter), sehingga pada tingkat kebakaran yang besar, tidak dapat dipadamkan secara signifikan.

Metode pemadaman dari udara memerlukan biaya yang mahal. Padahal, kendala yang sering dikemukakan oleh instansi pemerintah dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan adalah masalah biaya. Sementara, dalam pernyataanya Presiden SBY mengungkapkan akan menyewa dua pesawat dari Rusia yang mampu membawa 40 ton air untuk pemadaman api di Sumatera dan Kalimantan.

Pertanyaannya, apakah pemerintah mempunyai cukup dana untuk memadamkan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan menggunakan pesawat dari Rusia, sedangkan instansi pemerintah selalu mengeluhkan keterbatasan dana penanggulangan kebakaran? Kalau memang kendalanya dana, pemadaman darat (di lapangan) merupakan cara yang lebih murah, asalkan dilakukan dilakukan dengan cara yang lebih efektif (untuk lokasi atau kondisi tertentu dibantu pemadaman dari udara). Tapi kalau memang ada dananya, mengapa tidak dari dulu dilakukan pemadaman kebakaran menggunakan pesawat yang berkapasitas besar? Sehingga kebakaran tidak akan separah saat ini. Selain kemampuan, memang diperlukan kemauan pemerintah untuk mengatasi kebakaran dan dampaknya, dan seharusnya kemauan itu timbul karena kesadaran pemerintah, bukan karena tekanan atau protes dari negara tetangga.

(sumber forest : http://www.wwf.or.id)



21 June, 2008

TIPS : bersih lingkungan 3

Cara Mudah Lenyapkan Noda Cat

Sehabis mengecat plafon, kusen atau dinding, sulit menghindari jatuhnya beberapa tetes cat.
Bila lupa dibersihkan, nodanya akan mengeras dan sulit dihilangkan.
Lebih sulit bila cat yang digunakan berbasis minyak, atau lantainya bertekstur. Jika dikerik menggunakan silet, bisa-bisa lantai kesayangan Anda rusak. Nah, ada solusi mudah dan cepat untuk mengatasinya.
  1. Sediakan cairan M3 (larutan kimia untuk sablon, bisa diperoleh di toko perlengkapan sablon/percetakan).
  2. Tetesi secukupnya pada kain bersih dan lap pada area yang terkena noda.
  3. Diamkan sejenak agar cairan M3 bekerja menghancurkan noda,
  4. lalu gosok lantai dengan kuat sampai noda terkikis habis.
  5. Lap sekali lagi dengan kain bersih.

Menghilangkan Bau Tengik pada Stoples


Stoples yang jarang dipakai dan disimpan dalam jangka waktu lama, seringkali berbau tengik. Mencucinya dengan sabun tidak bisa menghilangkan bau tengik itu. Ada tip mudah untuk mengatasinya.

  1. Ambil kertas koran secukupnya, kemudian bakar koran itu.
  2. Segera masukkan kertas koran yang sudah dibakar ke dalam stoples.
  3. Tutup stoples dan diamkan selama 5 menit. Setelah itu,
  4. buang kertas koran dan cuci stoples dengan air sabun.

Niscaya bau tengiknya akan hilang.

(sumber : tabloit rumah)

TIPS : bersih lingkungan 2

Lemak di Taplak? Mari Kita Sepak

Seringkali saat makan, tiba-tiba taplak meja kesayangan Anda terkena noda berlemak. Jangan panik!
Walaupun agak sulit menghilangkan lemak itu, Anda bisa mencoba trik berikut ini.
Saat taplak Anda terkena lemak/minyak, segera taburi dengan bedak (terutama bedak bayi). Bedak akan menyerap lemak seketika.
Ulangi beberapa kali agar lemak benar-benar terserap.
Setelah itu baju bisa dicuci/dibilas dengan air sabun seperti biasa.
(sumber : tabloit rumah)

TIPS : bersih lingkungan

Menghilangkan Noda Kopi di Gelas

Kopi kadang-kadang meninggalkan noda atau warna pekat pada dasar gelas yang sulit dihilangkan.
Ada cara praktis dan murah agar gelas tampak bersih kembali.
Caranya:
  1. taburkan soda kue di sekitar noda lalu gosok dengan spons.
  2. Setelah itu, cuci dengan cairan pencuci piring dan bilas hingga bersih.

(Sumber: Tabloid Rumah)

19 June, 2008

RAMAH LINGKUNGAN TERABAIKAN

2 Tahun Lumpur Lapindo: Dua Tahun Rakyat Diabaikan

2 Tahun Lumpur Lapindo: Dua Tahun Rakyat Diabaikan
Jakarta, 27 Mei 2008 – Bencana luapan lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sudah berlangsung dua tahun. Hingga kini, lumpur Lapindo terus menyembur. Selama itu pula hak rakyat ikut dikubur. Hingga Selasa (27/5), semburan lumpur sudah menggenangi 14 desa di tiga kecamatan. Seluruh infrastruktur, seperti jalan tol, jalan raya, dan rel kereta, alami kehancuran perlahan. Namun, sejauh ini belum ada upaya konstruktif dilakukan untuk menyumbat sumber masalahnya. Padahal, tragedi kemanusiaan ini mengakibatkan semakin banyak warga yang tergusur dan menanggung kerugian moril dan materiil. “Luberan lumpur Lapindo telah menjebak banyak pihak. Tak hanya menyengsarakan warga korban, semburan lumpur juga menjerat anggaran negara. Padahal, telah jelas tercantum dalam amar putusan majelis hakim Nomor 384/PDT.G/2006/PN.JKT.PST tanggal 27 November 2007 bahwa, ’semburan lumpur akibat kekuranghati-hatian pengeboran yang dilakukan Lapindo karena belum terpasang casing atau pelindung secara keseluruhan,’” tegas Ivan Valentina Ageung, Manajer Litigasi WALHI. Seperti diketahui, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) diputus kalah di tingkat pengadilan negeri. WALHI menggugat Lapindo mengenai perbuatan yang membahayakan lingkungan, sedangkan gugatan YLBHI menyangkut pelanggaran hak asasi manusia. “WALHI akan terus memburu penjahat lingkungan sesuai prosedur hukum. Meski dinyatakan kalah di tingkat pengadilan negeri, upaya banding telah ditempuh WALHI, yakni dengan didaftarkannya upaya banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Januari 2008 lalu,“ seru Ivan. Ketidakpastian hukum kasus lumpur Lapindo memperjelas kelemahan pemerintahan SBY. Di bawah ketiak korporasi, keduanya tak bisa berbuat banyak. Bung Hatta mengatakan, “lebih suka melihat Indonesia tenggelam ke dasar lautan daripada melihatnya sebagai embel-embel abadi daripada suatu negara asing.” Ini pula yang dialami oleh warga korban lumpur Lapindo di desa-desa Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Kini, luapan itu menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, sawah, dan pekerjaan, serta mengalami stres, ketakutan, dan kekerasan. Budi (33), salah seorang korban yang tinggal di tepi Jalan Tol Porong-Gempol mengurai kejengkelannya, “Ada permainan politik, dan yang pasti pemerintah belum berpihak kepada rakyat. Namun, kami tak akan menyerah”. Setali tiga uang, Berry Nahdian Furqan, Direktur Eksekutif Nasional WALHI juga menegaskan, “negara dan Lapindo belum berbuat maksimal untuk memulihkan kerusakan lingkungan dan hancurnya kehidupan yang dialami warga korban. Rakyat menilai, negara justru tunduk di bawah kaki Lapindo”.Sikap WALHISejak Mei 2006 silam, WALHI bersikap bahwa PT Lapindo Brantas harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kejahatan kemanusiaan dan lingkungan yang terjadi di Porong, akibat kelalaian aktivitas pengeboran di Sumur Banjar Panji I, Porong, Sidoarjo. “Sebelum kondisi semakin buruk, sehingga tidak dapat dikendalikan sama sekali, pemerintah harus mendorong Lapindo untuk segera menutup pusat semburan lumpur dan menuntaskan tanggung jawabnya terhadap korban,” ujar Ivan. Pada Mei 2008 ini, PT Lapindo Brantas mengucurkan 80% dana sisa kepada beberapa korban semburan lumpur. “Hal lain yang harus dilakukan Lapindo adalah menyepakati mekanisme lain sebagai wujud tanggung jawabnya kepada korban semburan lumpur Lapindo yang berada di Pasar Baru Porong, Sidoarjo; dan warga korban sekitar yang berada di luar peta terdampak,” tukas Berry. Seperti diketahui, model penanganan yang dilakukan saat ini sebatas menunda peluasan luberan. Hal ini akan berdampak pada makin luasnya penghancuran daya dukung Kali Porong hingga ke Selat Madura, bahkan mengancam keselamatan masyarakat di sekitarnya. Luberan lumpur itu apabila dibiarkan akan memperburuk kondisi ekologi wilayah tersebut dan ekonomi masyarakatnya, terutama yang tinggal di desa-desa sepanjang Kali Porong. Kini, kondisi kawasan itu semakin membahayakan. Sedikitnya 15 tanggul penahan lumpur jebol dan menggenangi kawasan sekitarnya. Hingga pertengahan Mei ini, ada sekitar 90 semburan lumpur baru di sekitar rumah warga—semburan ini mengandung nitrogen dioksida (NO2) yang mudah terbakar dan hidrokarbon (HC) yang beracun.Di Siring Barat, misalnya, ditemukan hidrokarbon yang kandungannya lebih dari 266 kali ambang baku yang diperbolehkan. Gas itu tergolong berbahaya, bersifat karsinogenik—dapat menyebabkan kanker. Jika tidak segera dievakuasi, dampaknya terasa panjang. Akhirnya, WALHI meminta pemerintah segera mendesak Lapindo Brantas Inc menghentikan semburan lumpur dengan pelbagai metode yang diusulkan banyak ahli pertambangan. Dari segi teknologi, banyak orang Indonesia yang mempunyai keahlian menutup semburan. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini dapat menenggelamkan wibawa negara.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:Ivan Valentine Agung Manajer Pengembangan Hukum dan Litigasi WALHI

Email : Valentine
Tanggal Buat: 28 May 2008 Tanggal Update: 28 May 2008

Makalah Hijau

AIR BERSIH SUMBER DAYA YANG RAWAN
Oleh Richard Middleton

Air merupakan unsur utama bagi hidup kita di planet ini. Kita mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air kita akan mati dalam beberapa hari saja. Dalam bidang kehidupan ekonomi modern kita, air juga merupakan hal utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi.
Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak, dan dijaga terhadap cemaran. Namun kenyataannya air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan. Hampir separo penduduk dunia, hampir seluruhnya di negara-negara berkembang, menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air, atau oleh air yang tercemar. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 2 miliar orang kini menyandang risiko menderita penyakit murus yang disebabkan oleh air dan makanan. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian lebih dari 5 juta anak-anak setiap tahun.
Sumber-sumber air semakin dicemari oleh limbah industri yang tidak diolah atau tercemar karena penggunaanya yang melebihi kapasitasnya untuk dapat diperbaharui. Kalau kita tidak mengadakan perubahan radikal dalam cara kita memanfaatkan air, mungkin saja suatu ketika air tidak lagi dapat digunakan tanpa pengolahan khusus yang biayanya melewati jangkauan sumber daya ekonomi bagi kebanyakan negara.
Banyak orang memang memahami masalah-masalah pencemaran dan lingkungan yang biasanya merupakan akibat perindustrian, tetapi tetap saja tidak menyadari implikasi penting yang dapat terjadi. Sebagian besar penduduk bumi berada di negara-negara berkembang; kalau orang-orang ini harus mendapatkan sumber air yang layak, dan kalau mereka menginginkan ekonomi mereka berkembang dan berindustrialisasi, maka masalah-masalah yang kini ada harus disembuhkan. Namun bagaimanapun masalah persediaan air tidak dapat ditangani secara terpisah dari masalah lain. Buangan air yang tak layak dapat mencemari sumber air, dan sering kali tak teratasi. Ketidaksempurnaan dalam layanan pokok sistem saluran hujan yang kurang baik, pembuangan limbah padat yang jelek juga dapat menyebabkan hidup orang sengsara. Oleh karena itu, meskipun makalah ini memusatkan diri terutama pada air dan sanitasi, dalam jangka panjang akan sangat penting memikirkannya dari segi pengintegrasian layanan-layanan lingkungan ke dalam suatu paket pengelolaan air, sanitasi, saluran, dan limbah padat yang komprehensif.

Ketersediaan dan Kelangkaan Air

Air merupakan elemen yang paling melimpah di atas Bumi, yang meliputi 70% permukaannya dan berjumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik. Apabila dituang merata di seluruh permukaan bumi akan terbentuk lapisan dengan kedalaman rata-rata 3 kilometer. Namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.
Dalam satu tahun, rata-rata jumlah tersebut tersisa lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar yang dapat diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Bandingkan dengan jumlah penyedotan yang kini hanya ada sedikit di atas 3.000 kilometer kubik tiap tahun. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas kelihatannya cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Misalnya, lembah sungai Amazon memiliki sumber yang cukup tetapi mengekspor air dari sini ke tempat-tempat yang memerlukan adalah tidak ekonomis.
Selain itu, angka curah hujan sering sangat kurang dapat dipercaya, sehingga persediaan air yang nyata sering jauh di bawah angka rata-rata yang ditunjukkan. Pada musim penghujan, hujan sangat hebat, namun biasanya hanya terjadi beberapa bulan setiap tahun; bendungan dan tandon air yang mahal diperlukan untuk menyimpan air untuk bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah banjir. Bahkan di kawasan-kawasan "basah" ini angka yang turun-naik dari tahun ke tahun dapat mengurangi persediaan air yang akan terasa secara nyata. Sedangkan di kawasan kering seperti Sahel di Afrika, masa kekeringan yang berkepanjangan dapat berakibat kegagalan panen, kematian ternak dan merajalelanya kesengsaraan dan kelaparan.
Pembagian dan pemanfaatan air selalu merupakan isu yang menyebabkan pertengkaran, dan sering juga emosi. Keributan masalah air bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, ataupun berdampak ke benua luas. Di Afrika, misalnya, lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua negara atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sedangkan di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih dari separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara atau lebih. Selain itu, banyak lapisan sumber air bawah tanah membentang melintasi batas-batas negara, dan penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkan ketegangan politik dengan negara tetangganya.
Karena air yang dapat diperoleh dan bermutu bagus semakin langka, maka percekcokan dapat semakin memanas. Di seluruh dunia, kira-kira 20 negara, hampir semuanya di kawasan negara berkembang, memiliki sumber air yang dapat diperbarui hanya di bawah 1.000 meter kubik untuk setiap orang, suatu tingkat yang biasanya dianggap kendala yang sangat mengkhawatirkan bagi pembangunan, dan 18 negara lainnya memiliki di bawah 2.000 meter kubik untuk tiap orang.
Lebih parah lagi, penduduk dunia yang kini berjumlah 5,3 miliar mungkin akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada tahun 2025. Beberapa ahli memperkirakan bahwa tingkat itu akan menjadi stabil pada angka 16 miliar orang. Apapun angka terakhirnya, yang jelas ialah bahwa tekanan yang sangat berat akan diderita oleh sumber-sumber bumi yang terbatas. Dan laju angka kelahiran yang tertinggi justru terjadi tepat di daerah yang sumber-sumber airnya mengalami tekanan paling berat, yaitu di negara-negara berkembang.
Dalam tahun-tahun belakangan ini, sebagian besar angka pertumbuhan penduduk terpusat pada kawasan perkotaan. Pertumbuhan penduduk secara menyeluruh di negara-negara berkembang kira-kira 2,1 persen setahun, tetapi di kawasan perkotaan lebih dari 3,5%. Daerah kumuh perkotaan atau hunian yang lebih padat di kota yang menyedot pemukim baru termiskin tumbuh dengan laju sekitar 7% setahun.
Hunian pinggiran yang lebih padat sering dibangun secara membahayakan di atas tanah yang tak dapat digunakan untuk apapun, seperti bukit-bukit terjal yang labil atau daerah-daerah rendah yang rawan banjir. Kawasan semacam itu tidak sesuai dengan perencanaan kota yang manapun, dipandang dari segi tata-letak ataupun kebakuan. Karena kawasan semacam itu dianggap sah secara hukum dan bersifat "darurat", pemerintah kota biasanya tidak cepat melengkapinya dengan prasarana seperti jalan, gedung sekolah, klinik kesehatan, pasokan air, dan sanitasi. Namun sebenarnya hunian semacam ini tak pelak akan menjadi pola bagi kota yang harus dilayani dengan prasarana modern; hal ini mempunyai implikasi-implikasi baik untuk pemecahan secara teknis maupun secara lembaga yang akan diperlukan sebagai syarat supaya segala layanan mencapai semua orang dan berkesinambungan.
Di sementara negara, masalah terbesar mengenai persediaan air berkembang bukan hanya dari masalah kelangkaan air dibanding dengan jumlah penduduk, melainkan dari kekeliruan menentukan kebijakan tentang air, dan baru menyadari masalah-masalah tersebut lama setelah akibat yang tak dikehendaki menjadi kenyataan. Jadi meskipun penambahan investasi dalam sektor ini diperlukan, penambahan itu perlu disertai dengan perubahan: Prioritas utama haruslah pada cara pemanfaatan paling bijak terhadap investasi besar yang telah ditanam dalam sektor ini setiap tahun.
(sumber : www.usembassyjakarta.org/)

18 June, 2008

TIPS PERJALANAN AMAN

Tips Cegah Mabuk Perjalanan
Rabu, 18 Juni 2008 | 18:26 WIB

Anda tengah merencanakan perjalanan jauh bersama anak-anak pada liburan sekolah kali ini? Jika ya, selamat untuk Anda! Namun tetaplah berhati-hati karena perjalanan tidak selamanya menyenangkan, terutama kalau anak mengalami mabuk perjalanan.

Kalau mabuk menimpa, si anak tersisa dan orang tua pun repot. Bagaimana mencegahnya? Ikuti tips berikut.

Hindari aktivitas membaca terlalu lama di perjalanan.

Dengarkan alunan musik yang disukai. Musik yang tidak disukai atau dirasa membosankan juga dapat menimbulkan rasa mual. Volume tak perlu terlampau keras.

Lakukan permainan atau kegiatan yang aman dan menyenangkan, seperti main tebak-tebakan, bernyanyi, dan bercanda.

Dudukkan anak dengan posisi searah perjalanan. Ajari anak untuk melihat pemandangan di kejauhan seperti gunung atau hamparan sawah yang luas. Obyek di kejauhan tidak 'bergerak' secepat obyek di tepi jalan, sehingga tidak memusingkan.

Jika mobil memiliki tiga baris kursi, pilihlah baris kedua yang minim guncangan.

Persiapkan kondisi tubuh anak dengan prima. Jika anak sakit, sebisa mungkin perjalanan jauh dan lama tidak dilakukan saat itu.

Beristirahatlah sejenak di sela perjalanan panjang

Cukupi konsumsi air. Bawalah bekal buah atau jus yang rasanya segar. Air jahe dan gula juga membantu meredam mula dan muntah. Selain dalam minuman, jahe dalam biskuit dan permen juga cukup bermanfaat.

Pastikan sirkulasi udara di kendaraan baik

Jauhkan asap rokok karena selain mengiritasi saluran pernafasan, juga membuat anak mual

Hindari makanan pedas dan berminyak sebelum dan selama perjalanan

Usahakan perut tidak terlampau kenyang.

(sumber :http://www.kompas.com/read- travel))

Berita : Mengenal Ekologi

Mengenal Ekologi Perkotaan


Di bawah kepemimpinan Dr Ir Danang Priatmodjo MArch sebagai dekan, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Tarumanagara (Untar) memiliki program-program pendidikan yang terfokus pada ekologi perkotaan. Sebagai salah satu jurusan unggulan, Jurusan Arsitektur Untar selalu menanamkan kesadaran dan pengenalan permasalahan pembangunan kota kepada para mahasiswa sejak dini.
Ekologi perkotaan merupakan hubungan timbal-balik yang terjadi di lingkungan, khususnya perkotaan. Diwawancarai di kantornya, di gedung kampus I, Untar, Jakarta Barat, Danang secara khusus menyoroti isu ekologi perkotaan dalam rangka mewujudkan visi FT Untar. Visi tersebut adalah menghasilkan sarjana teknik yang menguasai ilmu dan teknologi sehingga mampu merencanakan, merancang, mengawasi, dan mengelola pembangunan lingkungan yang fungsional, konstruktif, estetis, dan modern, dengan tidak meninggalkan ciri khas kepribadian Indonesia.
Jurusan Arsitektur memiliki beberapa program sebagai misi yang konkret, seperti studi ekskursi atau studi ke luar kota untuk melakukan pengamatan terhadap bangunan-bangunan di daerah dan melakukan perjalanan sederhana serta singkat, seperti ke tengah perkotaan Jakarta. "Untar memiliki program utama yang dapat memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah mengenai pembangunan kota, khususnya Jakarta. Program utama tersebut adalah penelitian yang secara rutin dilakukan oleh para dosen teknik Arsitektur," katanya.
Penelitian
Sebanyak tiga sampai empat kali setiap tahun, Jurusan Arsitektur rutin melakukan penelitian. Dari setiap penelitian yang dilakukan dan setiap penemuan yang dihasilkan, pihak jurusan selalu memberikan rekomendasi kepada pemerintah.
Contohnya, seperti dijelaskan oleh Danang, Jurusan Arsitektur Untar pernah menemukan dampak negatif dari penyedotan air tanah secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan gedung-gedung yang berdiri di perkotaan. Logikanya, tanah akan semakin mengering sehingga strukturnya tidak akan mampu lagi menahan gedung yang berdiri di atas permukaannya.
Terkait temuan itu, dosen Fakultas Teknik yang juga ahli geoteknik, Prof Dr Chaidir Anwar Makarim, merekomendasikan beberapa solusi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun amat disayangkan, Pemprov terkesan mengabaikan permasalahan dan rekomendasi tersebut.
Selain penelitian yang rutin dilakukan oleh para dosen, penelitian juga dilakukan mahasiswa dengan mengunjungi daerah-daerah kumuh berpenduduk padat di sekitar Ibukota.
Daerah kumuh berpenduduk padat, katanya, pasti memiliki struktur bangunan yang tidak mempertimbangkan masalah sirkulasi udara dan cenderung dibangun berdempetan. Hal ini tentu dapat menimbulkan masalah kesehatan kepada para penghuninya.
Dari temuan tersebut, Pemprov direkomendasikan memberi kredit kepemilikan rumah yang ringan untuk warga Jakarta yang berada di bawah garis kemiskinan. Selain merekomendasikan kepada pemerintah, para mahasiswa juga diajak membuat perencanaan pembangunan langsung di lokasi penelitian.

Keselamatan Pengguna
Di samping itu, ada lagi problema yang sedang hangat dibicarakan di lingkungan Fakultas Teknik, yaitu menyangkut keselamatan pengguna gedung. "Kecelakaan seperti yang pernah terjadi beberapa kali pada sejumlah gedung parkir di Jakarta adalah kejadian yang sangat konyol," kata Danang, yang sering menjadi pembicara di berbagai seminar.
Kejadian tersebut semestinya tidak boleh terjadi satu kali pun, karena dalam dunia arsitektur, keandalan bangunan atau kekuatan sebuah gedung adalah satu hal yang mutlak dipertimbangkan dan diperhatikan setiap kali kontraktor melakukan pembangunan.
Dinding gedung parkir kendaraan harus mampu menahan benturan dan tidak boleh jebol. Kemungkinan terburuk yang terjadi jika tembok tersebut ditabrak, kendaraan boleh rusak atau bahkan penumpang tewas, asal dinding gedung parkir yang ditabrak tidak jebol. Itulah peraturan yang ada dalam ilmu arsitektur.
Sebagai salah satu solusi untuk menghindari kejadian yang sama terulang kembali, Danang menyarankan diadakannya pembelajaran kepada masyarakat mengenai pemakaian gedung. "Kita punya Undang-Undang (UU) Bangunan Gedung Nomor 28 Tahun 2002. Kita punya PP Nomor 36 Tahun 2005 sebagai aturan pelaksanaan UU itu. Jelas bahwa setiap bangunan harus memiliki keandalan bangunan, salah satunya kekuatan itu," ujar Danang yang juga Kepala Bagian (Kabag) Arsitektur Kota dan Lingkungan di Untar.
Dari berbagai penelitian yang dilakukan, imbuh Danang, sebagian besar masih sebatas rekomendasi kepada pemerintah. Hal itu terjadi karena setiap anjuran dan saran yang diberikan kepada pemerintah tidak mendapatkan respons yang positif, selain hanya menampung. Kendati demikian, Untar tidak akan pernah menghentikan program penelitian ini.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan penelitian tentang gedung dengan pemakaian listrik sehemat mungkin. Cara yang sampai saat ini dapat ditemukan adalah dengan membangun gedung yang memiliki dinding masif sehingga dapat menyerap cahaya matahari secara maksimal untuk membantu memberikan daya listrik yang dibutuhkan mesin pendingin. Penelitian ini dilakukan mengingat isu pemanasan global yang dampaknya akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.
Saat ini, lanjut Danang, banyak konsep tata ruang kota yang salah. Contohnya, Taman Menteng. Dua tahun lalu, lahan bekas stadion itu dibongkar, kemudian dibangun gedung-gedung kaca yang tidak sesuai dengan peraturan yang mengisyaratkan pembangunan kota memiliki lapangan yang luas untuk mengantisipasi bencana.
Danang juga menyoroti tentang kawasan wisata yang seharusnya dapat dinikmati oleh warga Jakarta dengan cuma-cuma. Contohnya, Pantai Ancol yang sesungguhnya milik publik, sehingga para pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk. [WWH/VL/A-16]
(berita harian suara pembaruan, 18 Juni 2008)

Cinta lingkungan = cinta kehidupan

Perluas Taman Di Hati Anda ke Taman Belakang Di Rumah Anda
Oleh :Saudari-inisiat Matthew Sirpis, Pegunungan Cairns, Australia(Asal dalam bahasa Inggris)

Saat membaca majalah Berita Maha Guru Ching Hai No. 161, saya dipenuhi dengan rasa syukur kepada Guru atas upaya-Nya dalam mengangkat planet kita. Dibandingkan dengan keagungan-Nya dan luasnya alam semesta, kita dan planet ini terasa begitu kecil. Tetapi, kesadaran kita bertambah luas menuju komunitas global yang berdasarkan cinta kasih serta pengertian; bukan dengan konsep lama yang telah dianut manusia.
Jadi, cara terbaik untuk membantu Guru adalah dengan mengikuti intuisi kita, berlaku sesuai dengan prinsip zaman yang baru dengan memperluas cinta kasih kita kepada semua, serta memperhatikan lingkungan sekitar kita. Meskipun kita hanya merupakan bagian kecil dari keseluruhan, akan tetapi apa yang kita lakukan memiliki konsekuensi yang sangat besar.
Sebagai contoh, banyak dari petani yang masih menggunakan pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan kita. Lebih dari itu, kebanyakan dari pupuk kimia terbuat dari petrokimia atau endapan pembuangan pabrik. Sejalan dengan waktu, penggunaan pupuk kimia dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi yang menurunkan kualitas tanah. Bahan kimia ini juga mengandung logam berat yang beracun bagi semua organisme hidup walaupun dalam jumlah yang sedikit.
Akan tetapi, masalah ini dapat dikurangi dengan perkebunan organik. Cara ini sebenarnya lebih mudah dari yang Anda bayangkan. Fasilitas yang diperlukan adalah sebidang tanah kecil, sinar matahari, air, dan waktu. Jika dipersiapkan dengan baik, maka perkebunan organik hanya memerlukan sedikit pemeliharaan. Anda nantinya akan merasakan bahwa memelihara dan mencintai tanaman yang memberikan Anda makanan merupakan suatu pengalaman yang indah.
Tanaman memiliki kecerdasan dan perasaan; berkebun itu sendiri bagaikan memiliki teman yang baik. Kebun akan memberikan Anda makanan organik yang segar setiap hari sehingga dapat mengurangi anggaran belanja Anda. Manfaat lainnya adalah kesehatan; Anda dapat sekalian berolah raga saat berada di udara terbuka.
Ada banyak cara untuk menanam sayuran. Misalnya, jika Anda memiliki halaman belakang, Anda dapat membersihkan rumput dan tanaman liar. Akan tetapi, jika Anda tidak punya, maka Anda dapat menggunakan pot. Dalam hal ini, pastikan bahwa pot diletakkan di lokasi dengan sinar matahari dan air yang cukup, karena pot cenderung lebih cepat kering daripada tanah. Selain itu, gunakan campuran organik atau campuran tanah yang baik untuk tananam Anda.
Untuk membuat kebun di halaman belakang, jangan musnahkan rumput liar secara asal, tetapi pindahkan rumput liar dengan cara organik, karena dengan cara ini rumput dapat dijadikan jerami yang berguna. Sebagai contoh, Anda dapat memotong rumput sampai pendek kemudian menutupnya dengan potongan rumput, daun jatuh, potongan kayu, surat kabar, jerami, dan lainnya. Bahan-bahan ini akhirnya musnah dan meninggalkan tanah yang subur untuk taman Anda.
Jerami/rumput setengah busuk—bahan organik yang tengah membusuk
Tanah yang baik campurannya—tanah setelah disiapkan dengan jerami/rumput setengah busuk
Untuk menyiapkan area yang lebih besar, tutup rumput dengan plastik hitam. Meskipun metode ini juga dapat menghilangkan organisme bersahabat seperti cacing tanah, bakteri, dan jamur yang sangat baik untuk tanah Anda, akan tetapi dengan berjalannya waktu mereka akan kembali lagi. Setelah Anda menutup rumput selama seminggu, atau hingga rumput menjadi kering dan kelihatannya tidak akan tumbuh lagi, Anda dapat menambahkan pupuk organik seperti pupuk rabuk sapi atau kompos yang dihasilkan dari sisa makanan*.
Untuk taman semua ukuran, langkah berikutnya adalah dengan menambahkan nutrisi mineral yang dikenal dengan nama debu batu yang bisa didapatkan di toko penjual bibit tanaman. Gunakan garpu tanaman supaya kompos dan mineral dapat masuk ke tanah. Setelah itu sirami tanahnya dengan air. Saat itu tanah Anda seharusnya dapat digali dengan tangan. Bila masih kerah, tambahi kompos, potongan rumput, atau daun-daun lapuk. Tambahkan gipsum (suatu bentuk kalsium yang bisa didapat dari penjual bibit tanaman) yang juga baik untuk memecahkan tanah yang keras. Kemudian biarkan tanah beristirahat selama seminggu sebelum ditanami.
Untuk menyiapkan penanaman, beli bibit yang dapat tumbuh di daerah Anda. (Lihat informasi ini di label yang ditempel di atas paket bibit). Pilihlah bibit yang diberi tanda organik atau setidaknya hindari yang diberi tanda hibrida (tanaman yang dikawinkan), atau yang telah dimodifikasi secara genetik. Kebanyakan dari tanaman memerlukan banyak sinar matahari dan air supaya dapat tumbuh dengan baik. Bacalah label untuk petunjuk yang lebih spesifik.
Sebagai petunjuk umum, tanamlah kacang-kacangan dan polong-polongan yang dapat menambahkan nitrogen ke dalam tanah sebelum menanam tanaman yang memerlukan nutrisi yang banyak seperti tomat. Saran yang lain adalah untuk menanam peterseli yang sangat kaya akan nutrisi untuk tanah. Peterseli dapat memberikan nutrisi yang cukup hingga dua tahun jika Anda senantiasa memetik daun luarnya.
Setelah bibit Anda bersemi dan tanaman tumbuh, tutupi tanah di antara tanaman dengan jerami busuk, rumput kering, potongan rumput. Akan tetapi, material tersebut jangan sampai menyentuh tanaman, karena saat material ini busuk, material ini dapat menyebabkan tanaman Anda busuk. Selain itu, lakukanlah rotasi tanaman; hindari penanaman jenis tanaman yang sama berturut-turut di tempat yang sama.
Akhirnya, lihatlah tanaman Anda, bicaralah kepada mereka, berikan cinta kasih, dan putarkan kaset nyanyian Guru untuk membantu mereka tumbuh dan tahan hama. Mereka akan memberikan reaksi dengan memberikan panen yang melimpah. Kebun yang kecil dapat memberikan makanan yang cukup untuk keluarga kecil.
Dengan kesabaran, cinta kasih, dan percakapan dengan tanaman, maka Anda akan memiliki kebun yang baik. Lebih lagi, cinta kasih yang kita bagikan dengan lingkungan hidup dapat mengingatkan kita akan cinta kasih yang Guru berikan kepada kita semua.
(sumber :kontaktuhan.org, 18 Juni 2008: 14.30)

17 June, 2008

TIPS MENGATUR TAMAN

Gemericik dan alunan aliran air terjun tak pernah gagal menghibur penikmatnya. Karena itu, banyak orang menginginkan air terjun hadir di halamannya.

Namun terkadang air terjun-terutama yang berbentuk tebing-memerlukan area yang cukup luas. Untuk Anda yang hanya memiliki area kecil dan mungil, jangan berkecil hati. Ada air terjun gaya Bali, yang berukuran kecil, hanya sekitar 2 m2.

Diletakkan dimana?

Air terjun Bali bisa diletakkan di taman depan atau di dalam rumah, atau bisa juga diletakkan “sendirian” tanpa ditemani tanaman-tanaman hias. Jika ingin meletakkannya di taman, letakkan di tembok/sisi taman yang kosong untuk menghilangkan kesan sepi pada sisi tersebut.

Air terjun ini biasanya dilengkapi dengan kolam kecil di depannya. Anda bisa menambahkan ikan hias atau tanaman air agar penampilannya makin alami. Sebaiknya tanaman air ditanam di dalam pot dan tidak langsung ditanam di dasar kolam. Hal ini untuk menjaga agar air kolam tidak menjadi keruh. Taburkan juga batu koral kecil di atas pot, untuk mencegah tanah larut oleh air.

Sirkulasi Air

Air terjun biasanya dibuat berputar dengan menggunakan pompa air bertenaga listrik. Pompa dapat diletakkan di kolam atau disembunyikan di bawah konstruksi air terjun. Yang lebih tampak indah tentunya jika pompa disembunyikan di dalam konstruksi. Namun jika sulit melakukannya, pompa bisa juga disembunyikan di antara tanaman air.

Agar jatuhnya air nampak lebih “indah”, beberapa penjual menemukan ide menarik yang bisa ditiru. Salah satunya yaitu dengan menggunakan kaca di pinggir tiap undakan atau dengan membuat beberapa lubang di pipa paralon atas.

Membuat sendiri

Anda bisa membuat sendiri air terjun ini. Konstruksinya dibuat dari batu bata yang disusun dan direkatkan dengan adukan trasram (dengan komposisi semen : pasir, 1 : 2). Untuk pelapis luarnya Anda bisa menggunakan batu alam yang tersedia di toko-toko yang khusus menjual batu alam. Anda bisa mengombinasikan beberapa jenis batu alam yang biasa dipakai untuk membuat air.

Beberapa jenis batu alam yang biasa dipakai sebagai elemen penyusun air terjun Bali antara lain andesit, palimanan, batu candi, dan batu relief balian yang ditatah sehingga membentuk alur-alur. Agar batu-batu tersebut tidak mudah berlumut, sebaiknya diberi coating (pelapis) khusus batu alam. Pelapis ini terdiri dari 2 jenis, yaitu pelapis yang natural dan pelapis yang mengkilat.

Agar Air Tak Perlu Sering Diganti

Ada 2 alternatif yang dapat dilakukan agar air selalu jernih :

Menggunakan filter yang dibuat di bawah dasar kolam hingga kolam pun menjadi lebih dalam. Filter seperti ini lebih cocok digunakan untuk kolam yang cukup luas.

Filter yang kedua ini lebih cocok untuk air terjun dengan kolam kecil. Filter dibuat dari batu zeolit yang diletakkan di atas ijuk atau busa. Filter ini bisa diletakkan di kolam atau di dalam undakan. Sebelum dipakai, batu sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar kotoran dan debu pada batu hilang.

Sumber : Kompas

Aman dan Nyaman di Dalam Rumah

Rumah merupakan salah satu tempat untuk menikmati keamanan dan kenyamanan hidup. Dengan mempunyai segala fasilitas yang sempurna untuk kenyamanan di dalam dan luar rumah Anda seperti lampu hias, AC, sistem keamanan, TV dan audio, dan sebagainya.

Kini dengan teknologi elektronik terbaru yang dinamakan “smart home”, Anda bisa mengkontrol alat-alat elektronik Anda hanya dengan satu pengontrol pusat, ataupun Anda bisa mengkontrolnya ketika Anda tidak ada di rumah Anda. Hanya dengan mengakses ke unit kontrol utama sistem “smart home”, dimanapun Anda berada, Anda bisa menyala atau mematikan alat-alat elektronik seperti lampu, pemanas air, kulkas, TV dan microwave, Anda juga bisa mengaktifkan sistem keamanan, atau mengatur alat temperatur seperti AC atau pemanas udara, dan juga bisa melihat keadaan luar dan dalam rumah lewat kamera keamanan (CCTV) Anda.

Perancangan sebelum pembangunan

Perencanaan dengan menggunakan teknologi “smart home” harus dimulai dengan pengaturan kabel-kabel elektronik pada tahap pembangunan rumah Anda. Sebelum rumah Anda mulai pembangunan, penentuan terhadap alat-alat elektronik harus direncanakan dan dipertimbangkan. Seperti alat-alat elektronik yang ingin digunakan dan lokasi alat-alat elektronik itu ditempatkan.

Setelah menentukan alat-alat elektronik yang Anda ingin gunakan, tahap kedua adalah pengaturan kabel-kabel elektronik harus juga dipertimbangkan ketika arsitektur merancang rumah Anda. Ini dikarenakan teknologi “smart home” memerlukan semua koneksi kabel alat-alat elektronik yang ingin dikontrol lewat sistem “smart home” dan dipusatkan pada unit kontrol utama.

Alat-alat elektronik yang bisa digabungkan

Secara umum segala alat-alat elektronik bisa digabungkan ke dalam sistem “smart home”. Dari alat-alat elektronik di dalam ruang dapur, ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, garasi, taman, ataupun ruang karaoke yang disukai masyarakat kita.

Alat-alat elektronik yang bisa kita gabungkan ke sistem “smart home” adalah seperti:

1. Pengendalian Lampu

Kita bisa mengendalikan semua lampu atau segala alat-alat elektronik di dalam dan di luar rumah kita hanya menggunakan satu pengontrol pusat yang biasanya dipasang di pintu masuk utama. Di sini Anda bisa melihat keadaan nyala atau mati lampu dan alat-alat elektronik yang tergabung.

Kita bisa mematikan lampu atau alat elektronik yang berada di lantai atas ataupun di dalam ruangan yang lain seperti di dapur atau di garasi, ketika kita berada di pintu utama sebelum kita keluar dari rumah atau akan masuk ke dalam rumah.

Lampu bisa dinyalakan dan dimatikan secara otomatis sesuai waktu yang ditentukan, ketika Anda ingin meninggalkan rumah sebelum bekerja, jalan-jalan ataupun berlibur.

Dengan menggunakan alat deteksi gerakan, lampu di kamar mandi, garasi atau gudang akan dinyalakan secara otomatis ketika Anda masuk, dan akan padam secara otomatis ketika Anda meninggalkan ruang itu. Jadi akan menyala bila ada gerakan dan akan padam jika tidak ada gerakan.

2. Tirai Jendela dan Atap Awning

Hanya dengan satu tombol, tirai jendela di dalam ruangan Anda bisa ditutup secara otomatis dan lampu dalam ruangan tersebut akan nyala secara otomatis untuk memastikan cahaya yang cukup.

Dengan sistem ini juga, tirai jendela dan atap awning bisa berfungsi secara otomatis ketika cahaya matahari atau angin yang berlebihan atau berkurang. Semua ini hanya memerlukan sistem deteksi cahaya dan angin.

3. Kamera Keamanan (CCTV)

Ketika Anda tidak berada di rumah Anda, Anda bisa melihat keadaan di dalam atau di luar rumah Anda hanya dengan mengunakan alat kontrol seperti computer, Handphone atau PDA yang dikoneksi ke sistem “smart home” Anda, gambaran dari kamera keamanan akan ditampilkan di Hp atau PDA Anda dimanapun Anda berada.

4. AC

Memastikan ruangan dalam keadaan suhu yang nyaman ketika Anda baru pulang dari kerja, jalan-jalan, liburan atau belanja dari mall. AC di dalam rumah bisa dinyalakan dan dimatikan menggunakan alat kontrol seperti Hp atau PDA sebelum Anda sampai ke rumah. Begitu juga alat penerang seperti lampu-lampu yang didalam rumah Anda.

Anda juga bisa memastikan suhu dalam ruangan berada di temperatur yang sesuai dengan kemauan Anda dengan adanya sistem kontrol temperatur yang didesain khusus untuk “smart home”.

5. Sistem Audio & Video

Dengan hanya satu tombol, sistem audio video Anda akan dinyalakan dan cahaya di dalam ruangan juga turut berubah. Tirai jendela Anda ditutup secara otomatis, lampu dalam ruangan akan menjadi lebih suram cocok dengan keperluan untuk menyaksikan film atau pertunjukan TV kesayangan.

6. Sistem Keamanan

Ketika rumah ditinggalkan tanpa diamankan, sistem keamanan “smart home” akan secara otomatis mengaktifkan alarm dan mengaktifkan kamera keamanan untuk merekam keadaan di rumah.

Ketika rumah Anda dimasuki maling, sistem alarm akan diaktifkan, sirine akan berbunyi secara otomatis, Anda dan pasukan keamanan (Polisi/Satpam) akan dihubungi secara otomatis. Kamera keamanan juga akan merekam semua gerakan di rumah Anda.

Dengan mengadakan sistem “smart home”, rumah tidak hanya menjadi lebih nyaman dan aman, pemakaian listrik juga akan lebih efesien.

(copy dari : Rumah-ku.com - artikel dan tips rumah, 18 Juni 2008,12:15)

16 June, 2008

Mencintai lingkungan

Perumahan Hijau
Konsumen Makin Kritis dengan Lingkungan
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO / Kompas Images
Dua warga melintas di tengah Taman Langsat, Jakarta Selatan, Jumat (15/2). Selain sebagai daerah resapan dan ruang terbuka hijau, taman tersebut juga bisa digunakan untuk berolahraga karena dilengkapi dengan jogging track sepanjang 750 meter.
Kamis, 27 Maret 2008 | 01:59 WIB

Fenomena pemanasan global dan perubahan iklim secara ekstrem telah memengaruhi orientasi bisnis properti untuk lebih memedulikan kelestarian lingkungan. Pengembang yang memiliki visi ke depan mengangkat tema ramah lingkungan sebagai isu utama pembangunan properti. Konsumen semakin kritis terhadap lingkungan. Selamat jalan bagi pengembang tidak ramah lingkungan.

Konsep properti hijau saat ini memang sangat menjual dan menjadi investasi tersendiri bagi pengembang. Terbukti tema-tema kota hijau, kota taman, atau kebun raya laris manis diminati investor dan konsumen properti.

Permasalahan pembangunan perumahan hijau adalah bagaimana mengatasi masalah keterbatasan lahan kota (efisiensi dan optimalisasi lahan), mahalnya energi akibat kenaikan harga (hemat energi alternatif), bahan bangunan berkualitas dan biaya terjangkau, kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat menengah bawah.

Pembangunan harus memerhatikan keseimbangan ekologis, penyediaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, penegakan hukum, pelibatan swasta, kenyamanan warga, etika pembangunan, keadilan dan kesetaraan hak, konservasi energi, dan estetika kota.

Ada tujuh indikator perumahan hijau sebagai acuan, yaitu kebijakan proramah lingkungan; pengembangan kawasan terpadu (compact development) dan sesuai peruntukan lahan; bangunan efisiensi energi dan mendorong penggunaan energi alternatif (surya, angin, air, biogas); penyediaan air bersih; pengolahan sampah dan air limbah (zero waste, zero run off, ekodrainase); transportasi publik dan kemudahan aksesibilitas; dan ketersediaan ruang terbuka hijau.

Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No 28/2002 tentang Bangunan Gedung, UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang, dan Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Perkotaan merupakan beberapa produk kebijakan hukum proramah lingkungan yang mendukung terwujudnya perumahan hijau.

Banjir dan tingkat kemacetan lalu lintas yang semakin parah dan merata mendorong pemilihan lokasi perumahan yang tepat menjadi pertimbangan paling utama pengembang, investor, dan konsumen. Lokasi harus strategis (pusat kegiatan kota, pencapaian mudah), aman (sosial), dan bebas banjir.

Keterbatasan lahan kota mendorong pengembangan kawasan terpadu (mixed use area, superblok) yang menawarkan konsentrasi penduduk di satu kawasan/lokasi dengan kepadatan lebih tinggi, mengelola pertumbuhan dan perubahan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota. Kawasan terpadu dikembangkan melalui proses perencanaan dan pengembangan terpadu—satu lahan besar, satu perencanaan, satu pengembang (utama), dan satu program terpadu dengan kerangka ruang lentur (flexible framework).

Menurut M Danisworo (2007), keunggulan dari pengembangan kawasan terpadu adalah memiliki sistem keterkaitan yang efektif di antara komponen sehingga tingkat pencapaian lebih tinggi dan efektif, mendorong pertumbuhan kegiatan yang beragam dan terpadu, menghemat pengadaan sarana dan prasarana, tidak tergantung pembatasan sistem persil yang kaku sehingga pembauran pemanfaatan lahan publik dan privat bisa dilakukan, pemisahan antara moda sirkulasi kendaraan bermotor dan pejalan kaki (mereduksi utilitas dan infrastruktur), memberi kerangka perencanaan yang lentur dan luas bagi inovasi perancangan bangunan dan lingkungan, serta menjadi katalis bagi interaksi sosial budaya.

(hasiol copy : kompas cetak. mencintai lingkungan, 17 Juni)